"Bagi masyarakat Tionghoa, kehadiran Ahok di bursa calon wakil gubernur DKI Jakarta, merupakan kebanggaan. Apalagi Ahok sudah teruji saat menjadi Bupati Belitung Timur," ujar Daniel Johan, saat Pembukaan Kongres VII Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/3/2012).
Kendati demikian, dukungan Daniel terhadap Ahok bukan semata karena etnisnya. Menurutnya, Ahok punya komitmen terhadap kepentingan rakyat.
"Saya tidak melihat apa etnisnya, tetap yang utama latarbelakang dan komitmen terhadap kepentingan rakyat DKI. Tentu kita bangga setiap ada etnis Tionghoa berkuasa, kemudian menggunakan kedudukannya untuk kemaslahatan orang banyak," kata Daniel.
Daniel mengatakan, Indonesia membutuhkan Kwik Kian Gie baru, yang memiliki karakter, bersih, berani dan mempunyai komitmen kerakyatan dan sangat nasionalis.
"Munculnya Ahok bisa menjadi Kwik muda yang berkarakter kebangsaan dan merakyat," puji Daniel.
Sementara itu, menurut Daniel, Jokowi juga mewakili sosok pemimpin yang menjadi aspirasi dan harapan masyarakat.
"Kedua pasangan ini saya rasa pantas untuk didukung. Yang penting mereka harus tetap konsisten dengan visi dan karakter kerakyatannya bila nanti berhasil menjadi Gubernur dan Wagub DKI," jelas Daniel.
(irw/gun)











































