Politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka terus menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada 1 April 2012. Terkait hal tersebut, Rieke mengundang rakyat Indonesia untuk datang ke Gedung DPR.
"Dengan segala kerendahan hati, tanpa ada maksud untuk merendahkan institusi DPR, tapi justru untuk mengembalikan kembali marwah lembaga perwakilan rakyat yang akhir-akhir ini sedang menuai kritik dari rakyat, Saya Rieke Dyah Pitaloka mengundang seluruh rakyat Indonesia untuk datang ke Gedung DPR, ke rumah rakyat," kata Rieke dalam rilisnya, Kamis (22/3).
Menurut Rieke, dia juga mendukung buruh dan pekerja serta elemen lainnya yang menyatakan diri sebagai 'Laskar ; Rakyat Tolak Kenaikan BBM' menyampaikan amanah dari rakyat yang menghendaki BBM tidak naik. Laskar Rakyat Tolak Kenaikan BBM itu rencananya mendirikan tenda Posko Rakyat Tolak Kenaikan BBM, Kamis (22/3) pukul 14.00 WIB di gerbang depan Gedung DPR RI.
;
Menurut Rieke, berdasarkan UU APBN 2012 pasal 7 pemerintah tidak bisa menaikkan harga BBM kalau tidak mendapatkan persetujuan DPR. Artinya, selama DPR tidak setuju, BBM tidak akan bisa naik.
Namun, kata Rieke, terkadang orang lupa bahwa DPR tidak berdiri sendiri. Fraksi di DPR adalah perpanjangan tangan partai. Anggota Dewan bakal setuju atau menolak kenaikan BBM berdasarkan komando fraksi. Dan, fraksi tentu saja mengikuti perintah partai. Dan, perintah partai diputuskan oleh pimpinan-pimpinan partai, termasuk ketua dewan pembina.
"Apalagi jika ketua dewan pembinanya merangkap presiden. Apalagi jika pimpinan-pimpinan partai ada pada posisi menteri yang notabene adalah pembantu presiden. Maka, tidaklah heran jika dalam hitungan 10 jari ke depan rencana kenaikan BBM sudah di depan mata, keputusan DPR menolak atau menerima keinginan SBY masih samar-samar belaka. Karena ada hitung-hitungan untung rugi politik," ujar Rieke.
Namun, Rieke masih berharap dan yakin mayoritas anggota DPR adalah wakil yang sesungguhnya, karena mayoritas anggota DPR memang bekerja untuk rakyat. "Saya kira, bukan hanya rakyat yang memilih saya saja yang sekarang ini sedang menjerit karena kenaikan harga kebutuhan pokok akibat drama BBM ini. Saya yakin mayoritas wakil rakyat masih punya nurani dan integritas moral yang tinggi terhadap rakyat. Saya yakin, meskipun ada pada posisi koalisi dengan SBY di pemerintahan, kawan-kawan wakil rakyat yang terhormat tidak mau koalisi untuk menindas dan menyengsarakan rakyat."
Kata Rieke, sekarang ini DPR sedang membahas APBN-P yang dipercepat dari agenda pembahasan pada umumnya yang biasanya jatuh pada tengah tahun. Alasan pemerintah mengajukan percepatan pembahasan salah satunya karena butuh postur anggaran untuk BLT/BLSM. Artinya, jika DPR menerima adanya alokasi anggaran untuk BLT/BLSM, sesungguhnya DPR setuju kenaikan BBM.
"Saya, sebagai wakil rakyat dengan kondisi kebatinan DPR sekarang ini memohon bantuan kepada rakyat di seluruh Indonesia untuk mengawal saya dan juga anggota-anggota DPR, para wakil rakyat lainnya. Ini saatnya bukan Presiden yang memaksakan keinginannya kepada rakyat. Ini saatnya bukan DPR yang bernego dengan eksekutif yang memutuskan nasib rakyat. Ini saatnya rakyat mendekatkan kepada pemerintah dan juga wakil rakyat apa yang rakyat mau dan butuhkan."
(nwk/nwk)











































