Polisi Temukan Uang Palsu pada Perampok WN Korea di Somerset

Polisi Temukan Uang Palsu pada Perampok WN Korea di Somerset

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 21 Mar 2012 14:53 WIB
Jakarta - Polisi telah menangkap pelaku yang merampok WN Korea, Kim Seong Rok, di Apartemen Somerset, Setiabudi, Jakarta Selatan pekan lalu. Dari salah satu pelaku, ditemukan uang palsu sebesar Rp 300 juta.

"Uang palsu ini diamankan dari tersangka M Alamsyah alias Alan (29)," kata Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada detikcom, Rabu (21/3/2012).

Herry mengatakan, pelaku ditangkap di kawasan Bogor, Jawa Barat pada Senin (19/3/2012) lalu. Dari tersangka, polisi menyita barang bukti uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 300 juta.

Selain itu, disita pula dua unit mobil Toyota Avanza D 1038 OV dan Toyota Avanza D 1444 MY serta 8 unit telepon genggam.

"Uang tersebut ditemukan dalam mobil milik tersangka," katanya.

Ia melanjutkan, tersangka ditangkap saat hendak melakukan transaksi uang palsu dengan pembeli. Saat itu, tersangka bersama dengan tersangka lain bernama Feri yang merupakan otak perampokan WN Korea.

"Feri ini masih diburu. Feri melarikan diri saat petugas menyergapnya ketika melakukan transaksi upal," imbuhnya.

Selain tersangka Alan dan Feri, ada dua tersangka laina yang turut diamankan saat mereka melakukan transaksi yakni tersangka Manggiring dan Rahmad Anwari alias Ustad. Dengan tertangkap ya tiga tersangka ini, maka total pelaku perampokan berjumlah lima orang.

Di lokasi, turut diamankan pula tiga orang lainnya yang hendak membeli uang palsu kepada para pelaku perampokan di Apartemen Somerset ini. Ketiganya yakni Helya Setiawan, Andika dan Ahmad.

Peristiwa perampokan ini terjadi pada Jumat (2/3) malam lalu di kamar 0221 Apartemen Somerset, Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. Korban saat itu datang ke lokasi untuk mengambil uang pinjaman sebesar Rp 2 miliar yang dijanjikan oleh pelaku.

Alih-alih mendapatkan uang pinjaman, korban justru dirampok. Korban sempat diikat, dianiaya dan ditodong senjata api oleh para pelaku.

(mei/gun)


Berita Terkait