Direktur Eksekutif Nasiona Walhi, Berry Nahdian Forqan mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (19/3/2012). Menurut Berry, pihaknya sangat menyayangkan bila Indonesia dijadikan tempat pembuangan limbah beracun dari Eropa.
"Tiap tahun angka produksi besi terus merangkak naik. Kita termasuk negara pengekspor biji besi, tapi anehnya negara kita dijadikan tempat pembuangan limbah besi beracun," jelas Berry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UU lingkungan kita sebenarnya sudah bagus. Hanya pratiknya kurang berjalan. Kalau semua pihak merujuk pada UU lingkungan, tentunya impor limbah ini tidak akan terjadi," tegas Berry.
Masih menurut Berry, Kementerian Lingkungan Hidup pernah mengembalikan 13 kontainer berisikan limbah besi ke Eropa. Langkah ini sepatutnya tidak sekadar simbolis sebagai bentuk penolakan.
Yang dilakukan Eropa terhadap Indonesia, kata Berry, menunjukan sikap yang tidak seimbang. Eropa menginginkan biji besi yang berkualitas dari Indonesia. Tapi mereka membuang limbah besinya ke Indonesia untuk diolah kembali.
"Ini benar-benar ironis. Di Eropa, limbah tersebut dianggap berbahaya, tapi kita justru menampungnya," kata Berry.
(cha/try)











































