"Belum ada rekomendasi (tentang Adang Ruchiatna). Rencananya partai baru Senin (19/3/2012) akan mengumumkan sikap. Jadi saat ini kita belum tahu," ujar Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat kepada detikcom, Sabtu (17/3/2012).
Djarot mengatakan, partainya secara resmi belum memutuskan dengan siapa akan berkoalisi di Pilkada DKI. Hingga kini, PDIP juga masih mempertimbangkan mengusung Wali Kota Solo Joko Widodo untuk ikut bertarung di Pilkada DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ambil DKI-2, bisa memajukan dia (Adang). Tapi kalau kita bisa ambil DKI-1, kenapa tidak. Kalau ambil DKI-1, jadi DKI-2 kita ngobrol dengan koalisi. Yang jelas, arus bawah masih kuat ingin menjauh dari Partai Demokrat," ungkapnya yang juga Ketua Tim 9 Pemenangan Pilkada DKI ini.
Djarot mengatakan PDIP terus menjalin komunikasi baik dengan personal ataupun partai politik. Opsi untuk berkoalisi dengan siapapun, menurutnya masih dalam porsi yang sama.
"Kita tetap komunikasi dengan partai mana saja. Deal belum. Kalau kita, bukan saja kepada personal (cagubnya) komunikasi, tapi juga partainya solid apa nggak. Kalau arus bawah itu suasananya sudah agak menjauh dari PD. seperti nggak sreg," pungkas Djarot.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan partainya telah final mengusung Fauzi Bowo berduet dengan Adang Ruchiatna. Bahkan dia mengatakan pasangan tersebut akan dideklarasikan Minggu (18/3/2012). Namun Anas tidak menyebut, apakah pasangan ini merupakan koalisi PD dengan PDIP.
"Untuk pengumuman resminya silakan tunggu besok," jelas Ketum PD Anas Urbaningrum usai panen raya Padi di Desa Pancawati, Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/3/2012).
(rmd/ndr)











































