Korban Ledakan Bom Pipa: Kami Kira itu Mainan

Korban Ledakan Bom Pipa: Kami Kira itu Mainan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 16 Mar 2012 17:17 WIB
Korban Ledakan Bom Pipa: Kami Kira itu Mainan
Semarang -

Fajar Santoso (18) menjadi salah satu korban ledakan bom pipa yang paling beruntung karena hanya mengalami luka ringan. Dia pun menceritakan detik-detik sebelum bom itu meledak. Bagaimana ceritanya?

Saat ditemui detikcom di kediamannya di Dusun Sekip, Jl Saptamarga III, Rt 07/01, Kelurahan Jengli, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2012), Fajar sudah tampak lebih sehat. Meski masih trauma dengan kejadian itu dan beberapa bagian tubuhnya dililit perban, Fajar kini sudah bisa beraktivitas.

Dalam kesempatan itu, Fajar membeberkan kronologi kejadian yang berlangsung pada Kamis (15/3) siang itu. Menurut dia, memang ada seorang warga bernama Imam Sukayat yang membawa bom pipa kepada tiga kuli yang bekerja di proyek pesantren Baitusyakur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak Imam itu dia yang menemukan pipa, terus diserahkan ke kita dengan cara dilempar," ungkapnya.

Bom pipa itu memiliki panjang 20 cm dengan dua baterai yang dililit menggunakan lakban. Ada dua kabel kecil yang menjulur di kedua ujungnya.

"Abis dilempar ke kita, Pak Imam pergi. Saya duduk di dekat tumpukan pasir, berjarak satu meter dengan Mas Dwi dan Ngatmin (dua korban lainnya)," tambah Fajar.

"Akhirnya dua kabel itu digabungin. Dwi yang megang dan Ngatmin yang nyambungin, kejadian cepat sekali langsung meledak. Mereka sempat guling-guling agak jauh," jelasnya.

Tidak ada kecurigaan sedikit pun saat kedua kuli itu mengutak-atik bom pipa. Bahkan, mereka sempat mengira itu mainan.

"Nggak curiga, dikira mainan. Mungkin mainan remote-remote-an. Iseng aja," tutur Fajar.

Tidak lama kemudian, kedua korban, termasuk Fajar ditolong oleh beberapa warga dan kuli bangunan yang sedang mengerjakan proyek perumahan di sekitar lokasi.

Ketiganya kemudian dilarikan ke RS Elisabeth. Dwi dan Ngatmin masih menjalani perawatan serius karena luka cukup parah di bagian tangan. Sementara Fajar diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.

(mad/nwk)


Berita Terkait