Kemesraan dengan Caddy Jadi Gosip Pejabat di Lapangan Golf

Kemesraan dengan Caddy Jadi Gosip Pejabat di Lapangan Golf

- detikNews
Selasa, 13 Mar 2012 18:36 WIB
Jakarta - Anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat mengungkap hal menarik. Ternyata, kedekatan caddy dengan pejabat telah menabur benih gosip di lapangan golf.

"Sugesti kemesraan hubungan dengan caddy sering menjadi topik pembicaraan para pejabat di lapangan golf. Itu sebabnya setiap lapangan golf memilih para caddynya dengan seleksi yang ketat. Yang menonjolkan kecakapan dan daya tarik alamiah dalam melayani para langganannya," ungkap Martin.

Hal ini disampaikan Martin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Martin, sejumlah pejabat dekat dengan caddy-nya. Kedekatan ini juga meningkatkan gairah kerja pejabat.

"Menteri-menteri ini terkesan dengan kedekatan Antasari dengan Rani, caddy golf yang beritanya menggegerkan tanah air. Hubungan dekat seorang pejabat dengan caddy di lapangan golf berpotensi menggairahkan semangat dalam mengurus keluarga dan negara," kata Ketua Fraksi Gerindra MPR ini.

Namun Martin mengingatkan agar kedekatan dengan caddy tak perlu terlalu jauh. Bisa-bisa berpotensi khilaf dan mengakibatkan hal negatif.

"Yang perlu diingatkan pada para pejabat yang suka berkawan dekat dengan para caddy, janganlah dalam berhubungan mengistimewakan seorang caddy, sehingga berpotensi mengulangi apa yang pernah menimpa Antasari mantan Ketua KPK,"tegasnya.

Foto 3 menteri tengah bersama caddy golf berpakaian seksi mencuri perhatian publik. Dalam foto yang dimuat Harian Rakyat Merdeka, Senin (12/3) itu terpampang, Menteri ESDM Jero Wacik, Menaker Muhaimin Iskandar, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faizal tengah berpose bersama 10 caddy cantik nan seksi.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan foto-foto itu. 3 Menteri itu berpose di tengah para caddy yang berbaris berjajar. Sikap mereka pun wajar. Foto itu diambil pada Minggu (11/3) saat digelar acara Sosialisasi Program Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan Kerja (K3) di Halim. Pesertanya eksekutif 196 perusahaan di Indonesia.

(/)


Berita Terkait