"Untung ya PDIP masih nomor 2, kita kan nggak punya apa-apa," kata Taufiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Menurut Taufiq, peningkatan prestasi PDIP murni karena konsolidasi. Taufiq tak menduga PDIP akan sekuat saat ini.
"Kita nggak punya TV, nggak punya koran, nggak punya menteri. Kalau nomor dua itu ya sudah karunia Tuhan," katanya.
Dalam survei LSI, PDIP ditempatkan di posisi nomor 2 dengan 13,7 persen. Posisi PDIP hanya sedikit di bawah Partai Golkar yang mengantongi 17 persen suara.
Masih menurut survei LSI, bila pemilu legislatif (pileg) dilaksanakan hari ini, maka Golkar akan menjadi pemenangnya. Sedangkan Partai Nasional Demokrat (NasDem), menjadi partai baru yang perolehan suaranya akan mengalahkan partai-partai lama yang selama ini ada di papan tengah.
Hal itu merupakan hasil survei nasional LSI yang dilakukan pada 25 Februari - 5 Maret 2012. Survei menjaring sampel sebanyak 2.418 responden yang punya hak pilih dalam pemilu dari 33 provinsi dengan margin error +/-2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka. Apabila pemilihan anggota DPR sekarang dilakukan saat ini, dengan pertanyaan semi terbuka memberi pengajuan daftar nama dan gambar partai peserta pemilu ditambah Partai NasDem dan Partai Nasional Republik (Nasrep), maka hasilnya menurut Survei LSI adalah:
1. Golkar 17,7 persen
2. PDIP 13,6 persen
3. Demokrat 13,4 persen
4. Nasdem 5,9 persen
5. PKB 5,3 persen
6. PPP 5,3 persen
7. PKS 4,2 persen
8. Gerindra 3,7 persen
9. PAN 2,7 persen
10. Hanura 0,9 persen
11. Nasrep 0,5 persen
12. Lain-lain 8,7 persen
13. Belum tahu 23,4 persen
(rmd/vit)











































