Dia hanya tertunduk lesu sebelum pesawat yang membawanya dari Bali ke tahanan BNN di Cawang, Jakarta Timur, lepas landas dari pacuannya. Tangannya rapat terborgol.
"Baru seminggu di sini," katanya dengan nada suara kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maunya kerja restoran tapi ya kayak gini jadinya," gumamnya.
Beribu alasan dia lontarkan bagaimana dia sampai terjebak dalam peredaran narkotika. Dia berdalih tidak tahu menahu paket apa yang ada di dalam kardus DVD.
"Saya cuma diminta mengambil sama teman, tapi pas diambil saya ditangkap," tutur pemuda bercelana kutung itu.
BNN memastikan barang haram yang ada di tangan Faisal berasal dari Jakarta. Kristal memabukan itu dikirimkan melalui jasa pengiriman dengan menggunakan alamat dan nama penerima palsu. Faisal lantas mengambilnya di loket jasa pengiriman sesuai dengan strategi yang sudah dirancang.
"Kita sedang kembangkan distribusinya kemana saja di Denpasar," terang Direktur Pengejaran dan Penindakan, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (10/3/2012) dini hari.
Selain Faisal, BNN juga mencokok Fery Irawan (30). Dia ditangkap karena kedapatan membawa 628,5 gram kokain. Akal bulus penyelundupan serbuk yang terkenal di Amerika Selatan itu disimpan dalam 178 buah kancing yang dikirim dengan Fedex beserta 7 gaun.
Kepada detikcom, pria asal Jawa Tengah ini mengaku hanya diminta mengambil paket tersebut di loket pengiriman. Naas, beberapa langkah dari jasa pengiriman dia ditangkap petugas BNN.
"Kokain tersebut sudah mulai terdeteksi sejak berada di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Paket diketahui berasal dari India dan hendak dikirimkan ke Denpasar," kata Benny.
Fery ditangkap 8 Maret 2012 sekitar pukul 13.00 Wita. Dihari yang sama, BNN juga mencokok Hairus Sabirin (25) dan Maulid Ardianto (24). Mirip dengan buruh di pabrik garmen, Fery, dua pemuda ini digelandang saat mengambil paket sabu sebanyak 704,2 gram yang disembunyikan di dalam alat pemijat kaki.
"Kalau tidak waspada atau jeli barang ini akan lolos karena berpikirnya ini adalah alat pemijat kaki," ujar Benny.
4 tersangka itu dini hari tadi diterbangkan ke Jakarta guna proses pengembangan kasus. BNN masih terus menyelidiki alur distribusi narkotika dari 4 tersangka tersebut. Di dalam pesawat keempatnya tertunduk lesu dengan tangan diborgol dan didampingi petugas BNN.
(ahy/mpr)











































