Niat Banting Tulang di Bali, Malah Masuk Bui

Niat Banting Tulang di Bali, Malah Masuk Bui

- detikNews
Sabtu, 10 Mar 2012 15:54 WIB
Niat Banting Tulang di Bali, Malah Masuk Bui
Jakarta - Niat Faisal (25) bekerja di Pulau Dewata, Bali, akhirnya pupus. Belum genap sebulan dia tinggal di Bali, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencokoknya karena kedapatan membawa 95,8 gram sabu yang disembunyikan di dalam kotak DVD dan dikirim melalui jasa pengiriman.

Dia hanya tertunduk lesu sebelum pesawat yang membawanya dari Bali ke tahanan BNN di Cawang, Jakarta Timur, lepas landas dari pacuannya. Tangannya rapat terborgol.

"Baru seminggu di sini," katanya dengan nada suara kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemuda asal Padalarang, Jawa Barat, ini berniat menginjakan kaki di Bali untuk sekedar mencari kerja untuk menyambung hidup sehari-hari. Dia mengaku hijrah ke pulau tersebut karena di daerahnya lapangan kerja terbilang sulit, dan Bali diharapkan bisa menjadi peluangnya membanting tulang.

"Maunya kerja restoran tapi ya kayak gini jadinya," gumamnya.

Beribu alasan dia lontarkan bagaimana dia sampai terjebak dalam peredaran narkotika. Dia berdalih tidak tahu menahu paket apa yang ada di dalam kardus DVD.

"Saya cuma diminta mengambil sama teman, tapi pas diambil saya ditangkap," tutur pemuda bercelana kutung itu.

BNN memastikan barang haram yang ada di tangan Faisal berasal dari Jakarta. Kristal memabukan itu dikirimkan melalui jasa pengiriman dengan menggunakan alamat dan nama penerima palsu. Faisal lantas mengambilnya di loket jasa pengiriman sesuai dengan strategi yang sudah dirancang.

"Kita sedang kembangkan distribusinya kemana saja di Denpasar," terang Direktur Pengejaran dan Penindakan, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (10/3/2012) dini hari.

Selain Faisal, BNN juga mencokok Fery Irawan (30). Dia ditangkap karena kedapatan membawa 628,5 gram kokain. Akal bulus penyelundupan serbuk yang terkenal di Amerika Selatan itu disimpan dalam 178 buah kancing yang dikirim dengan Fedex beserta 7 gaun.

Kepada detikcom, pria asal Jawa Tengah ini mengaku hanya diminta mengambil paket tersebut di loket pengiriman. Naas, beberapa langkah dari jasa pengiriman dia ditangkap petugas BNN.

"Kokain tersebut sudah mulai terdeteksi sejak berada di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Paket diketahui berasal dari India dan hendak dikirimkan ke Denpasar," kata Benny.

Fery ditangkap 8 Maret 2012 sekitar pukul 13.00 Wita. Dihari yang sama, BNN juga mencokok Hairus Sabirin (25) dan Maulid Ardianto (24). Mirip dengan buruh di pabrik garmen, Fery, dua pemuda ini digelandang saat mengambil paket sabu sebanyak 704,2 gram yang disembunyikan di dalam alat pemijat kaki.

"Kalau tidak waspada atau jeli barang ini akan lolos karena berpikirnya ini adalah alat pemijat kaki," ujar Benny.

4 tersangka itu dini hari tadi diterbangkan ke Jakarta guna proses pengembangan kasus. BNN masih terus menyelidiki alur distribusi narkotika dari 4 tersangka tersebut. Di dalam pesawat keempatnya tertunduk lesu dengan tangan diborgol dan didampingi petugas BNN.

(ahy/mpr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads