11 Warga Buyat Datang ke Mabes Polri Jadi Saksi Tambahan
Rabu, 04 Agu 2004 11:56 WIB
Jakarta -
Sebanyak 11 warga Buyat datang ke Mabes Polri menjadi saksi tambahan kasus pencemaran Teluk Buyat. Hal ini untuk menunjukkan kasus pencemaran PT Newmont Minahasa Raya tidak direkayasa."Kasus ini ada dan bukan direkayasa. Bukan cuma 4 orang yang kemarin kita datangkan, masih banyak lagi. Bila 11 orang ini dianggap belum cukup, 2 minggu lagi kita datangkan sebanyak 20 orang. Kami harap polisi memeriksa kasus secara cermat dan tidak ada intervensi dari manapun," kata Ketua LBH Kesehatan Iskandar Sitorus di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/8/2004).Warga Buyat didampingi LBH kesehatan, Yayasan Suara Nurani dan Sahabat Perempuan tiba pukul 10.30 WIB. Kesebelas warga tersebut yakni, Surtini Paputungan (32) pernah mengalami lumpuh pada tahun 1998, sakit kepala terus menerus, tangan sering bergetar dan ada benjolan di sekitar leher sejak 6 bulan lalu. Aldo Dolongceda (2) anak dari Surtini, mengalami tiga kali kencing darah sejak setahun lalu dan susah kencing sejak umur 9 bulan. Juhrah Lombonan (45) pernah menderita lumpuh pada 2002 selama 3 bulan, sakit kepala terus menerus dan terdapat benjolan di daerah kepala. Ulisa Paparo (9) keluhannya, sering jatuh dan terdapat benjolan di kaki sebelah kanan. Jeane Rorong (34) mengalami kram, pusing di daerah persendian. Kristanes Ismail (1,6) anak dari Jeane Rorong terdapat benjolan di bawah lidah.Kemudian, Devili Lumbani (2,7) anak dari Juhrah mengalami benjolan di daerah leher dan belakang telinga. Cintia Modeong (21) menderita benjolan di payudara, kram di pergelangan tangan dan nyeri pinggang di bagian belakang. Bachtiar (anak Cintia) dan Sudiro Paputangang (33) benjolan di langit-langit mulut dan kaki, sakit kepala dan kram setengah badan di bagian bawah. Lakmi Makalang (22) nyeri pada dada sering sakit kepla dan kejang-kejang.Direktur V Tipiter Brigjen Pol Suharto mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap warga Buyat. "Kita sudah menerima kedatangan mereka, kita layani semua setelah dilakukan pemeriksaan. Mereka akan segera diperiksa kesehatannya. Nanti akan diperiksa ke laboratorium forensik Mabes Polri, laboratorium kesehatan Pemda DKI dan MIPA UI," ungkapnya Suharto.Selanjutnya, rombongan menuju ke MIPA UI untuk menjalani cek kesehatan. Sebelumnya, sudah ada 4 korban Buyat tiba di Jakarta. Mereka adalah Juriyah, Sri Fika, Masna Stirman dan Rasyid.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































