"Yang megang Yulianis, tapi yang berhak menerrima Anas, karena pemegang modal tunggal," kata Hasyim dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (7/3/2012).
Hasyim menjelaskan Anas menjadi ketua konsorsium Konsorsium PT Eksekutif Money Changer, sementara Yulianis menjadi direktur utama.
"Waktu rapat-rapat diadakan di Tower Permai dipimpin Yulianis, saya disamping mengecek apa yang didapat apa yang diperoleh," ujar Hasyim yang menjabat pengawas pelaksana proyek di konsorsium tersebut.
Hasyim mengaku tidak mengetahui detil keuntungan yang dihasilkan dari proyek yang dikerjakan. "Secara detilnya itu Bu Yulianis, saya hanya globalnya, PT apa (terkait pelaksanaan proyek)," imbuhnya.
Dalam berbagai kesempatan Anas sudah membantah tudingan terkait Permai Grup.
(fdn/ndr)











































