1. Komen saya bukan serangan. Justru yang memulai adalah Wiranto sendiri. Saya sekadar merespon komentar Wiranto soal-soal demo yang tendensi anarkistis dan eksistensi pemerintahan SBY.
2. Sinisme Wiranto terhadap pemerintahan yang sah sekarang, bukan baru ini. Sejak dulu sudah begitu. Dari soal nasi aking hingga jalannya pemerintahan ini. Yang dikritik Wiranto bukan kebijakan, dan tak pernah berikan solusi untuk ikut entaskan kemiskinan, berantas korupsi, dan cegah demo-demo anarkistis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4. Respon Wiranto menyikapi saya jauh dari kepatutan dialog berbudaya antar politisi. Ia masih dipengaruhi pola-pola lama kekuasaan jadul. Era demokrasi dan reformasi sekarang sudah beda dengan zaman kekuasaan monolit era di mana Wiranto dulu jaya-jayanya.
5. Menyangkut gerakan-gerakan demo, kesan saya ada dugaan persetujuan Wiranto. Mestinya pak Wiranto cegah semua tendensi anarkisme di bangsa ini. Wiranto harus di garda depan bersama gerakan pro demokrasi mencegah dijatuhkannya pemerintahan sah di tengah jalan. Konstitusi dan stabilitas negara harus jadi tanggung jawab bersama, termasuk Wiranto.
6. Saya mengimbau Wiranto untuk bersama semua pihak cegah semua upaya menjatuhkan pemerintahan ini di tengah jalan. Taufik Kiemas dan petinggi PDIP saja bisa komit untuk 4 pilar bangsa dan jaga agar pemerintahan ini tidak asal dijatuhkan, mestinya Wiranto terbuka juga berkomitmen demikian. Kritik terhadap kebijakan pemerintah, itu wajib. Tapi tendensi indikasi aminkan gerakan rongrong pemerintah sah, harus dilawan.
7. Semua elemen demokrasi harus kawal negeri ini dari anarkisme. Juga perlu diwaspadai indikasi dan dugaan gerakan perongrongan pemerintah dengan cara-cara inkonstitusional, harus dilawan, termasuk demo isu BBM. Saya kira publik ikut pantau semua aktivitas manifest dan terselubung para tokoh yg mungkin mengamini maupun berbuat lebih jauh.
(van/gun)











































