Mega Harus Ubah Strategi Jika Mau Menang di Kawasan Timur
Selasa, 03 Agu 2004 18:46 WIB
Jakarta -
Jika ingin memenangkan pilpres putaran kedua di Kawasan Timur Indonesia (KTI), capres PDIP Megawati harus mengubah strategi politiknya. Hal itu perlu dilakukan Mega guna mengimbangi popularitas Jusuf Kalla di kawasan tersebut.Pernyataan ini disampaikan oleh pengamat KTI Laode Ida usai diskusi Prospek Pembangunan KTI Pasca Pemilihan presiden 2004 di ruang Banda Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/8/2004)."Selama ini, peta politik di KTI menunjukkan bahwa SBY populer di sana. Yang kedua, Jusuf Kalla yang merupakan kelahiran Makassar, putera asli Indonesia Timur. Ketiga, perpaduan figur militer dan pengusaha," kata Laode.Sedangkan Mega, lanjut Laode, sangat mudah dilihat kelemahan dalam kepemimpinannya dan sulit dimunculkan kelebihan-kelebihannya."Strategi pertama yang harus dilakukan Mega adalah mengumumkan kabinet bayangan yang merepresentasikan Kawasan Timur Indonesia supaya bisa merangsang pemilih untuk mencoblos Mega dan mengimbangi popularitas Jusuf Kalla," tambah Laode.Menurut Laode, strategi berikutnya adalah, Mega harus terjun langsung ke KTI dan membuka diri dengan mengunjungi mulai dari bupati sampai ke tingkat RT dan RW. Jika tidak, sulit bagi Mega untuk mengalahkan pasangan SBY-JK di kawasan ini.Laode juga mengatakan, selama ini di KTI, dukungan terhadap Jusuf Kalla erat kaitannya secara emosional dengan jaringan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang menjadi kekuatan utama SBY-Kalla."Sedangkan Mega selama ini masih menggunakan pola-pola lama yang cenderung mengerahkan elit-elit politiknya di KTI. Padahal belum tentu para elit politik itu mempunyai pendukung yang serta merta mendukung Mega," kata Laode.Sementara itu ditemui di tempat yang sama, Ketua DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga menyatakan, walaupun kenyataanya perkembangan di KTI masih memprihatinkan namun dilihat dari program dan kebijakan yang ada, pasangan Mega-Hasyim cenderung lebih menjanjikan."Mega lebih spesifik memiliki program dan komitmen untuk mendukung pembangunan KTI. Contohnya pemekaran kawasan dan pengembangan infrastruktur. Sehingga cenderung masyarakat KTI mengharapkan Mega-Hasyim memenangkan pilpres putaran kedua," demikian Theo L Sambuaga.
(fab/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































