Hati-hati! Perampok Rawan Beraksi Saat Jam Salat Jumat

Hati-hati! Perampok Rawan Beraksi Saat Jam Salat Jumat

- detikNews
Kamis, 01 Mar 2012 16:02 WIB
Hati-hati! Perampok Rawan Beraksi Saat Jam Salat Jumat
Jakarta - Hati-hati jika meninggalkan toko atau rumah saat jam salat Jumat berlangsung. Perampokan rawan terjadi pada jam-jam salat Jumat karena dinilai sepi, seperti kasus perampokan 4 toko emas di Ciputat beberapa waktu lalu.

"Waktu Jumat hari rawan (perampokan) buka toko. Karyawan jaga, sementara yang lain salat Jumat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Rikwanto menjelaskan selain waktu salat Jumat, waktu jam rawan lainnya adalah saat tanggal muda atau hari di mana karyawan gajian. Saat itu banyak orang yang menyetorkan uangnya ke bank atau menarik uang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Imbauannya ambil uang didampingi petugas. Sebaiknya tutup saja toko dan ikut salat Jumat saja," pintanya.

Imbauan Rikwanto ini terkait dengan perampokan toko emas di Ciputat dan di Tebet. Kedua kasus perampokan ini punya modus yang hampir sama yakni pelaku yang beraksi saat jam salat Jumat.

Seperti kasus perampokan 4 toko emas, dari keterangan para tersangka diketahui, mereka sudah mengintai sasarannya sebelum salat Jumat digelar. Mereka terlebih dahulu berkumpul di sebuah rumah makan cepat saji di sekitar TKP.

"Di depan pasar tersebut sambil memperhatikan, mengamati serta menyediakan dua mobil Toyota Avanza dan Toyota Rush," jelasnya.

Para pelaku juga sudah memegang senjata api dan senjata tajam. Ketika banyak karyawan toko berangkat salat Jumat, pelaku pun beraksi.

"Mereka langsung melakukan aksinya. Sampai saat ini anggota di lapangan masih dalam pengejaran. Mudah-mudahan segera dibekuk," ungkapnya.

Mengenai mobil Avanza dan Rush tersebut disewa atau bukan, polisi masih terus mendalaminya. Ada mobil yang tidak bisa dibawa ke Polda Metro karena masih dipakai untuk pengembangan tersangka.

"Untuk uang yang kita sita saat ini Rp 146,6 juta dan Rp 135 juta. Kemudian 3 unit HP dan ditambah Rp 10 juta," ucapnya.

(gus/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads