Jaksa Sistoyo Dibacok, KY Dorong Pengamanan Pengadilan Ditingkatkan

Jaksa Sistoyo Dibacok, KY Dorong Pengamanan Pengadilan Ditingkatkan

- detikNews
Kamis, 01 Mar 2012 10:21 WIB
Jaksa Sistoyo Dibacok, KY Dorong Pengamanan Pengadilan Ditingkatkan
Jakarta - Kekerasan di pengadilan tak hanya terjadi di Pengadilan Tipikor Bandung dengan pembacokan pada jaksa non-aktif Sistoyo. Kekerasan beberapa kali terjadi di arena meja hijau. Komisi Yudisial pun mendorong agar pengamanan pengadilan ditingkatkan.

"KY merasa prihatin dan menyesalkan karena pengadilan di Indonesia belum aman dari gangguan pihak yang lalukan anarki," kata Wakil Ketua KY, Imam Anshori Saleh, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (29/2/2012).

KY akan mendalami kasus tersebut dengan mencari data apakah pengamanan dari polisi sudah maksimal di pengadilan. Jika belum, maka ada keteledoran dalam peristiwa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya ada SOP, pengunjung dilarang bawa senjata tajam maupun senjata api. Ini sifatnya seharusnya mengharuskan. Termasuk kerja sama dengan kepolisian untuk mengamankan. Kalau misalnya ada konsekuensi biaya ya tidak apa-apa kalau demi keamanan," papar dia.

Imam berharap peristiwa yang terjadi di Pengadilan Tipikor Bandung adalah yang terakhir. Seba di pengadilan, jangankan membacok, berbuat gaduh di ruang sidang pun tidak boleh karena dinilai sebagai upaya contempt of court.

"Yang seperti ini sudah sering. Maka kita harap kasus ini jadi yang terakhir. Ini catatan penting bagi kita semua. Harus ada pengamanan sebaik-baiknya di pengadilan," papar Imam.

Penusukan Jaksa Sistoyo terjadi usai sidang pembacaan eksepsi pada Rabu (29/2) kemarin. Jaksa Sistoyo saat itu tengah memberi keterangan kepada wartawan. Saat senjata tajam dihunuskan pria tidak dikenal itu, Jaksa Sistoyo tak sempat menghindar.

Akibat penusukan, Jaksa Sistoyo mengalami luka di kening. Petugas pun bergegas membawanya ke RS.

Sementara itu sang pria tidak dikenal dibekuk petugas kepolisian. Sang pria kemudian dibawa ke Polsek Bandung Wetan untuk diinterogasi.

(/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini