Marah dengan Korsel, Korut Boikot Pertemuan Inter-Korea

Marah dengan Korsel, Korut Boikot Pertemuan Inter-Korea

- detikNews
Selasa, 03 Agu 2004 13:01 WIB
Jakarta - Korea Utara (Korut) memboikot pertemuan tingkat kabinet dengan Korea Selatan (Korsel) yang dijadwalkan akan berlangsung di Seoul. Pemboikotan ini dikarenakan negeri komunis itu marah atas masuknya ratusan pelarian Korut ke Korsel pekan lalu.Pemerintah Pyongyang menyebut pembelotan massal itu sebagai tindakan "penculikan dan terorisme yang dilakukan otoritas Korsel di siang hari bolong."Kementerian Unifikasi Korsel dalam statemennya menyatakan sangat menyesalkan keputusan Korut untuk tidak menghadiri pertemuan tersebut. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/8/2004)."Kami mendesak pihak Utara untuk membicarakan soal pertemuan itu pada tanggal sedini mungkin dan membahas serta menyelesaikan isu-isu kedua pihak guna melanjutkan upaya menuju hubungan inter-Korea," demikian statemen kementerian.Pertemuan tingkat kabinet merupakan dialog level tertinggi yang ada saat ini antara kedua Korea tersebut. Dialog ini diawali setelah pertemuan puncak inter-Korea pada tahun 2000 lalu.Lebih dari 450 pengungsi asal Korut telah tiba di Seoul, Korsel dengan menggunakan dua penerbangan carter, minggu lalu. Para pembelot itu sebelumnya telah berada di sebuah negara Asia Tengga setelah melarikan diri dari negara miskin mereka.Pemerintah Korut pun marah besar atas peristiwa ini. Namun meski mendapat reaksi keras dari Korut, pejabat-pejabat Korsel menegaskan, tidak akan ada perubahan dalam kebijakan Seoul untuk menerima setiap warga Korut yang berada di negeri asing, selagi menanti kesempatan untuk masuk ke negeri Ginseng itu.Sekitar 300 ribu warga Korut dikabarkan bersembunyi di Cina dan ratusan lainnya diyakini berada di berbagai negara Asia Tenggara. Kebanyakan dari mereka menunggu kesempatan untuk mencapai Korsel. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads