Penelusuran detikcom, Selasa (28/2/2012), Dede adalah alumnus STAN tahun 1998. Di situs STAN yang berisi data alumni, Dede menuliskan sebaris kalimat di bagian keterangan. "Belajar mengenal diri supaya mengerti diri, sadar diri dan pada akhirnya tahu diri."
Dari penelusuran diketahui pula Dede adalah alumni SMAN 2 Tasikmalaya, Jawa Barat. Di SMA itu, Dede masuk jurusan IPS dan merupakan bagian alumni angkatan 1993.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah grup alumni SMAN 2 Tasikmalaya Sos 1993 yang diupdate pada 2007, Dede menyebut dirinya kuliah dengan gratis. Pendidikan di STAN diselesaikannya pada 1998. Kemudian di 1999, dia ditempatkan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Setelah itu Dede ditempatkan di Jakarta sejak pertengahan 2002 hingga kini.
Dalam grup tersebut, Dede mengaku sudah memiliki 1 putri berusia 3 tahun. Jika pada 2007, anak perempuannya berusia 3 tahun maka tahun ini umurnya sekitar 8 tahun.
Sementara dari akun Facebooknya yang menggunakan nama Tjahja Poernama, Dede mengaku aktivis 'Black Death Victory' sejak 2011. Tertulis juga 'Don't be afraid with the death'. Dalam FB-nya itu Dede menyebut dirinya adalah auditor pemerintah yang juga penggemar pingpong.
Di jejaring sosial itu, Dede mencantumkan Iwan Fals dan Slank sebagai penyanyi yang disukainya. Di daftar buku favorit, Dede mencantumkan buku psikologi dan jurnal tenis meja. Sedangkan film favorinya adalah Garuda di Dadaku.
Jenazah Dede ditemukan jatuh dalam posisi tertelungkup di dekat lobi Gedung BPKP, Jl Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2012).
(vit/nrl)











































