Pantauan detikcom di Istana Bogor, kota Bogor, Senin (27/2/2012), Rokhmin tiba lebih dulu pada pukul 11.00 WIB. Selama hampir 30 menit, menteri kelautan dan perikanan era Megawati itu berbincang dengan SBY.
Usai pertemuan, Rokhmin yang pernah menjadi terpidana korupsi ini bercerita, bahwa dia dipanggil untuk berdiskusi soal masalah kemiskinan dan percepatan pembangunan di daerah. Ada sejumlah provinsi yang akan dikembangkan sesuai dengan arahan SBY.
"Saya selaku profesor di IPB dan selaku praktisi nelayan dan mantan menteri. Beliau memandang saya sebagai orang yang bertangan dingin bisa memberdayakan ekonomi masyarakat," ungkap Rokhmin.
Menurut Rokhim, program ini akan diujicoba di 11 provinsi. "Mulai dari Kepri, Riau, Sumbar, Lampung, Jabar, Kaltim, NTB, NTT, Sulteng, Maluku dan Maluku Utara," sambungnya.
Sementara Patrialis datang 5 menit kemudian. Bersafari hitam, mantan Menkum HAM itu sempat berdiskusi ringan dengan SBY sebelum membahas agenda utama.
"Bagaimana umrohnya Pak?" Tanya SBY.
"Lancar Pak," jawab Patrialis.
"Alhamdulilah kita bisa ketemu, sudah lama tidak bertemu. Alhamdulilah kita bisa bersilaturahmi lagi, baru pulang umroh," kata SBY membuka pembicaraan didampingi Mensesneg Sudi Silalahi.
Belum jelas apa agenda utama pertemuan SBY dan Patrialis. Wartawan diminta meninggalkan ruangan begitu diskusi akan dimulai.
(mad/ndr)











































