Dinas Pertahanan Sipil Gaza Laporkan 10 Orang Tewas akibat Serangan Israel

Dinas Pertahanan Sipil Gaza Laporkan 10 Orang Tewas akibat Serangan Israel

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 07 Jun 2026 05:01 WIB
A woman walks past a mural depicting football player Lamine Yamal waving a Palestinian flag during the Catalans title parade, painted by Palestinian artists on the rubble of buildings destroyed during the war, at Shati (Beach) refugee camp in Gaza C
Foto: AFP/OMAR AL-QATTAA
Jakarta -

Dinas Pertahanan Sipil Gaza melaporkan serangan Israel menewaskan 10 orang. Sementara itu, militer Israel menyatakan salah satu korban tewas merupakan seorang komandan sel Hamas.

Dilansir AFP, Sabtu (6/6), di Kota Gaza, serangan pesawat nirawak (drone) menewaskan delapan orang dan melukai 15 lainnya di kamp Jawazat yang menampung warga terlantar. Informasi itu disampaikan dinas pertahanan sipil, layanan penyelamatan yang beroperasi di bawah otoritas gerakan Islam Hamas.

Rumah Sakit Al-Shifa di kota tersebut juga melaporkan menerima delapan jenazah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menargetkan teroris di sektor tersebut," kata tentara Israel kepada AFP tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Di wilayah yang lebih selatan, seorang pria berusia 25 tahun bernama Muhannad Othman Farwana dilaporkan tewas pada pagi hari akibat serangan ke sebuah tenda, menurut dinas pertahanan sipil.

Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis menyatakan jenazah pria itu dibawa ke rumah sakit bersama beberapa korban luka.

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengatakan Farwana merupakan "komandan sel teroris di sayap militer" Hamas dan tewas dalam serangan presisi.

Serangan tersebut menghantam tenda di atap rumahnya, sesaat sebelum ia dijadwalkan menikah pada hari itu, kata sepupunya, Mohammed Farwana.

"Seluruh keluarga sudah bersiap merayakan pernikahannya. Sekarang, kami justru menghadiri pemakamannya," ujarnya kepada AFP.

Pada malam hari, dinas pertahanan sipil kembali mengumumkan satu korban tewas akibat serangan Israel di tenggara Kota Gaza. Korban diidentifikasi sebagai pria berusia 37 tahun.

Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran yang hampir terjadi setiap hari terhadap gencatan senjata yang dimaksudkan untuk menghentikan perang di Gaza, yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Setidaknya 951 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang berada di bawah otoritas Hamas dan datanya dinilai dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Militer Israel melaporkan lima personelnya tewas dalam periode yang sama.

Pembatasan terhadap media dan keterbatasan akses di Gaza membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban maupun meliput kekerasan secara bebas.

(aik/aik)


Berita Terkait