"Jangan ada lagi musuh dalam selimut kita. Jangan ada lagi yang main-main duit," ujar Megawati.
Hal itu dia katakan dalam memberi pengarahan kepada seribuan kader PDIP Bali di Hotel Nikki, Bali, Jumat (24/2/2012).
"Ada kader yang menggunakan partai sebagai tunggangan sebagai sapi perah. Berpikir kalau memenangkan ini saya dapat uang berapa? Rp 300 juta, Rp 400 juta, Rp 500 juta. Dipikir ibu ndak tau ya. Kalau berani berkata jujur, berani mengaku di kalangan sini pun ada," paparnya.
Megawati bercerita saat menjadi anggota DPR RI hingga menjadi Presiden RI, peluang untuk mencari jatah dari proyek-proyek terbuka lebar. Namun dirinya tidak pernah berpikir untuk mencari keuntungan pribadi.
"Tapi nanti turun itu Bung Karno. Padahal kalau dihitung tidak usah loh seperti sekarang ini korupsi-korupsi. Pokoknya teken jret how much. Dulu saya dengar nguping-nguping tiap jret 10%. Kalau sekarang berapa gedenya proyeknya," ungkapnya.
"Dia pikir kalau dia mati bakalan dia bawa itu duit. Baru Rp 1 M, Rp 2 M lupa. Ini elit kita loh," lanjutnya.
Megawati juga menyindir para elite partai yang enggan turun ke konstituennya dan para pengurus di tingkat paling bawah.
"Ini adalah sebuah kesalahan besar yang dilakukan elite PDIP. Sebab struktur partai paling bawah sesungguhnya merupakan mesin riil partai yang bekerja untuk kemenangan partai," sindirnya.
(mpr/mad)











































