"Kerjanya sebagai debt collector," kata Sumiyati (31) di kamar jenazah RSCM, Kamis (23/2/2012). Kesedihan menggelayuti perempuan berkulit putih yang tinggal di Kramat Pulo, Jakarta Pusat.
Sumiyati mengatakan, suaminya tidak memiliki musuh dan dia tidak mengetahui Stendly tewas dikeroyok. "Setahu saya tidak memiliki musuh," katanya.
Brian, anak Stendly, mengaku terakhir kali bertemu ayahnya semalam. Brian diberi uang Rp 20 ribu. Ayahnya berpesan agar Brian terus sekolah,
"Tadi malam dikasih uang Rp 20 ribu, katanya buat jajan," ujar remaja 13 tahun itu.
Selain Stanley, korban tewas lainnya adalah Ricky. Keduanya tewas saat melayat Bob Stanley Sahusulawan di rumah duka RSPAD. Pada pukul 02.30 WIB, seratusan pemuda dari kelompok Ambon menyerang 15-an pelayat. Motif penyerangan masih didalami polisi.
(nal/nrl)











































