"Di negara demokrasi ini tidak dilarang adanya ormas-ormas keagamaan. Tapi pemerintah bermuka dua dan melakukan dobel standar," ujar Koordinator KontraS, Haris Azhar usai bertemu dengan anggota Wantimpres Albert Hasibuan di Kantor Wantimpres Jl Veteran, Jakarta, Jumat (17/2/2012).
"Terhadap ormas mayoritas pemerintah sangat berhati-hati, sedangkan terhadap minoritas pemerintah membatasi," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"FPI harus dididik untuk mau berdialog," tutur Haris.
Haris menduga ada pihak-pihak tertentu di balik aksi kekerasan yang kerap dilakukan FPI. Menurutnya, ada oknum pemerintah yang menikmati peran FPI.
"Saya khawatir di pemerintahan ada yang menikmati peran FPI. Dalam kadar tertentu memang disokong oleh pemerintah," tandasnya.
(lh/lh)











































