"Anda-anda ini kan termasuk hebat dan beruntung bisa mengenyam pendidikan S1 sampai S3. Banyak saudara kita TKI yang tidak bisa terjangkau pendidikannya, bahkan yang dasar sekalipun," jelas Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur, Mulya Wirana.
Hal itu disampaikan Mulya dalam pembukaan Simposium PPI se-Dunia (Indonesian Students World Symposium) di Hotel Citrus, Jalan Tiong Nam, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (16/2/2012) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para anggota PPI itu bisa membagikan ilmunya kepada para TKI maupun anak-anak TKI. Menurut Mulya, kenyataan di lapangan, pengetahuan dasar tentang Indonesia sekalipun belum tentu diketahui para TKI.
"Presiden Indonesia pertama saja kadang masih bingung," jelas Mulya.
Sementara, Menko Perekonomian Hatta Rajasa membuka Simposium PPI se-Dunia yang akan berlangsung pada 16-19 Februari 2012. Hatta menekankan agar anggota PPI menjadi masyarakat global yang tangguh. Hatta pun memberikan 4 ciri-ciri masyarakat global.
Pertama, tiap saat siap bersaing kompetitif. Mampu berkompetisi seketat apapun. Kedua, mampu mengembangkan diri, networking dalam perkembangan dunia.
Ketiga, inovatif. Menjadi masyarakat pembelajar dan pengetahuan, memiliki kemampuan melakukan perubahan dan selalu berpikir positif dan selalu melihat ke depan. Keempat, memiliki kemampuan beradaptasi agar tidak tersingkir.
"Dinosaurus makhluk yang perkasa punah bukan karena tidak kuat, tapi tak mampu beradaptasi pada perubahan. Manusia yang tak mampu adaptasi maka akan tersingkir," jelas Hatta.
"Kita tidak ingin perubahan linier, kita ingin perubahan eksponensial meluncur dengan perubahan kuantum. Dengan ini saya nyatakan Konser PPI dibuka," tandas Hatta yang didampingi beberapa fungsionaris Partai Amanat Nasiona (PAN) seperti Bima Arya Sugiarto, Tjatur Sapto Edy dan Eko Patrio.
Sementara Koordinator PPI se-Dunia Febry HJ Dien, mengatakan tujuan dari Simposium PPI ini menentukan bentuk PPI ke depan, termasuk membuat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), termasuk menentukan pengurus PPI se-Dunia.
Simposium PPI se-Dunia ini dihadiri perwakilan PPI dari 47 negara, Atase Pendidikan KBRI beberapa negara, perwakilan BEM se-Indonesia dan organisasi pemuda.
(nwk/mok)











































