SBY Dekati Elit untuk Netralisir Ketersinggungan

SBY Dekati Elit untuk Netralisir Ketersinggungan

- detikNews
Minggu, 01 Agu 2004 09:40 WIB
Jakarta - SBY mengubah strateginya. Dulu tidak mau mendekati elit politik, belakangan malah rajin pedekate (pendekatan). Langkah ini untuk menetralisir ketersinggungan elit. Sukseskah manuvernya?"Memang banyak tokoh partai tersinggung kepadanya. Padahal kan pada akhirnya dia juga butuh koalisi partai. Tapi SBY terlanjur seolah-olah tidak butuh partai. Jadi sekarang dia pedekate untuk menetralisir ketersinggungan."Demikian disampaikan pengamat politik LIPI Indria Samego dalam perbincangan dengan detikcom saat dihubungi melalui telepon, Minggu (1/8/2004). SBY sudah menemui Ketua Umum PAN Amien Rais dan berencana untuk bertemu dengan Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur."Namun demikian, untuk memenangkan suara Pilpres putaran dua, langkah pendekatan kepada elit politik sebelum Pemilu tidak perlu. Sebab tidak signifikan mendongkrak suara. Pendekatan kepada elit setelah Pilpres baru lah efektif," ujarnya.Langkah pendekatan kepada elit politik yang dilakukan SBY, menurut Indria, lebih didorong oleh rasa khawatir perolehan suaranya akan merosot. Untuk itu SBY mencari dukungan elit secara moral."Strategi ini memang sama dengan yang dilakukan Mega. Tapi kalau SBY sudah merangkul para elit, maka yang unggul adalah SBY. Sebab elit condong kepada SBY," katanya.Kans Mega? "Elit itu melihat secara rasional perolehan suara. Elit tentu lebih memilih SBY karena lebih punya kesempatan mendapat bagian," tukas Indria.Pada Pilpres putaran pertama, SBY unggul atas Mega sekitar 6,9 persen. SBY-JK memperoleh 39.838.184 suara atau 33,574 persen. Sedangkan Mega-Hasyim mendapat 31.567.104 suara atau 26,605 persen. (sss/)



Berita Terkait