2 Warga Turki Disandera di Irak, Diultimatum 48 Jam
Minggu, 01 Agu 2004 08:02 WIB
Jakarta - Gerilyawan Irak menculik dan menyandera 2 pengendara dari perusahaan Turki. Keduanya diancam akan dieksekusi dalam waktu 48 jam jika perusahaan itu tidak hengkang dari Irak.Televisi Al Jazeera menayangkan gambar 2 pria yang disandera grup Al Qaeda jaringan operasi Abu Mussab al-Zarqawi. Demikian dilaporkan AFP, Minggu (1/8/2004)."Grup unifikasi dan perang suci di Irak mengumumkan telah menculik 2 pengendara yang bekerja untuk perusahaan Turki yang membawa barang-barang untuk pasukan AS di Irak dari Turki," demikian disebutkan Al Jazeera.Televisi CNN di Turki mengidentifikasi kedua pengendara itu. Mereka adalah Abdulrahman Demir dan Sait Enver yang bekerja untuk perusahaan yang berbasis di Turki bernama Karamanli.Pada Kamis lalu, Al Jazeera juga melaporkan seorang pengendara truk Somalia diculik gerilyawan Irak. Pria itu bekerja untuk sebuah perusahaan Kuwait. Dia juga diultimatum 48 jam. Belum ada kabar mengenai nasib pria tersebut.Grup yang sama, yakni Al Zarqawi juga bertanggung jawab atas pemenggalan terhadap pebisnis AS Nicholas Berg, penerjemah asal Korsel Kim Sun-il, dan 2 pengendara truk asal Bulgaria.
(sss/)











































