TNI AU Berharap Pemerintah Tambah Pesawat Sukhoi
Jumat, 30 Jul 2004 12:16 WIB
Jakarta -
TNI AU mengharapkan penambahan pesawat tempur jenis Sukhoi dari Rusia bisa terpenuhi menjadi satu skuadron pada tahun 2004. Hal ini tergantung kemampuan anggaran pemerintah.Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal Pertama Sagoem Tambun di sela-sela pelepasan 4 pesawat Sukhoi ke Madiun, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/7/2004)."Sesuai yang disampaikan KSAU Marsekal Chappy Hakim, penambahan dari 4 Sukhoi yang ada sekarang memang kita berharap segera terwujud. Namun perwujudan itu bukan kebijakan TNI AU, tetapi pemerintah saat ini atau pemerintah baru ke depan. Kita berharap semua bisa terwujud untuk melengkapi minimal satu skuadron. Kita harap 2004 ada penambahan tetapi itu tergantung kemampuan," ungkapnyaRencana, jelas Sagoem, satu skuadron nantinya akan ditempatkan di Makassar mengingat letaknya strategis bagi operasional pesawat untuk melakukan operasi. Sagoem menambahkan, standard TNI AU satu skuadron harus memiliki 12 pesawat sejenis, dengan tiga flight. Dari 4 pesawat yang dimiliki, masing-masing pesawat diroling untuk melakukan operasi pembinaan dan pemeliharaan. Sedangkan, mengenai dana untuk penambahan 8 pesawat Sukhoi bukan kewenangan AU tetapi kebijakan pemerintah.Sementara di tempat yang sama, Kepala Skuadron Sukhoi Letkol Penerbang Arif Mustafa mengatakan dari 4 pesawat Sukhoi, ada 2 jenis pesawat yakni Su-30MK yang dilengkapi senjata air to ground dan SU-27 SK yang dilengkapi senjata air to air dan dilengkapi senjata gun 30 mm dan rudal jarak menengah, sedang dan jauh.Menurut Arif, keunggulan dari pesawat Sukhoi bisa melakukan manuver kobra atau berdiri vertikal dengan hanya mengandakan murni aerodynamic pesawat tanpa power.Saat ini, lanjut Arif, sebanyak 6 penerbang Sukhoi telah dilatih di Rusia. Keenamnya, kini sedang melatih 6 calon pilot Sukhoi. "Kelebihan radar pada pesawat bisa mendeteksi 10 pesawat musuh dan menguncinya sekaligus 2 pesawat," demikian Arif.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































