Dengan mengembalikan kursi impor kepada konsultan, DPR telah berhemat anggaran pengadaan kursi impor tersebut senilai Rp 4 miliar. Dengan penghematan di beberapa perangkat lain, total anggaran pembangunan ruang baru Banggar DPR masih di atas angka Rp 14 miliar.
"Itu tugas Sekjen, secara lisan sudah saya sampaikan ke Sekjen beserta staf agar segera dibongkar," kata Marzuki kepada detikcom, Rabu (8/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rapatkan BURT. Mudah-mudahan ada solusi,"harapnya.
BK DPR menuturkan teknologi IT mutakhir senilai Rp 7,5 miliar yang dipasang di ruang baru Banggar DPR tidak dicopot. Ruang Banggar DPR pun kini dilengkapi dengan teknologi IT paling mantap.
"Untuk tekonolog IT itu tidak termasuk yang kita bahas kemarin. Jadi belum ada keputusan itu dicopot. Yang dicopot itu kursi, kemudian sistem nirkabel diganti dengan kabel, kemudian lampu," kata Ketua BK DPR, M Prakosa, Sabtu (4/2/2012).
Teknologi IT di ruang baru Banggar DPR tergolong unik. Tak hanya kantor lain di Indonesia yang menggunakan teknologi ini.
"IT di ruang Banggar itu sangat bagus. Jadi itu ada mic, kalau mic dinyalahkan kamera langsung nyorot ke anggota dan ditampilkan di 3 layar LCD yang dibeli dari Korea," kata Prakosa.
Hanya kursi ruang Banggar baru DPR seharga Rp 4 miliar yang dibongkar. Karpet impor dari Amerika seharga Rp 980 juta tidak dilepas, demikian juga dengan 3 unit LCD besar buatan korea seharga Rp 1,9 miliar tak dilepas dari ruang Banggar.
(van/gah)










































