"Kalau pidatonya hanya seperti itu, ya sama saja digantung terus. Citra PD akan semakin turun, terlihat keragu-raguan dan ketidaktegasan SBY dalam menyelesaikan badai di partainya," jelas pengamat politik UI Prof Dr Iberamsjah pada detikcom, Senin (6/2/2012).
SBY sebenarnya bisa mengambil langkah taktis. Siapa saja yang terlibat bisa dinonaktifkan untuk sementara, sambil menunggu kejelasan proses hukum. Bila tidak terlibat, bisa diaktifkan kembali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam politik, lanjut Iberamsjah, ada yang namanya faktor yuridis formal dan moral. SBY saat ini seharusnya menerapkan politik moral bersih untuk mengembalikan citra partainya. Jangan menunggu proses hukum, karena nama-nama yang sudah disebut akan terus terdengar di masa yang akan datang dan akan kembali dikaitkan dengan PD.
"Sekali runtuh kepercayaan orang, sulit untuk mengembalikannya. Sekarang semuanya bagaimana SBY sebagai pilot di PD. Jangan ada keragu-raguan, buktikan PD bersih secara moral," tuturnya.
Dalam pidatonya terkait badai kasus Wisma Atlet yang menerpa PD, SBY hanya meinta agar jajaran DPP PD merespons proses hukum yang dilakukan KPK. SBY memintar agar hal itu dijelaskan kepada publik sehingga terjadi keberimbangan informasi.
"Harap Ketum dan DPP, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan pimpinan partai di daerah untuk melakukan penjelasan yang sebenarnya. Jelaskan, jangan pasif, jangan tiarap. Atas dasar apa yang berlangsung di KPK, jelaskan duduk perkaranya, jadi adil penilaian publik pada PD," kata SBY di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/2).
(ndr/nrl)










































