"Itu bagian penyelidikan dan penyidikan. Yang berkaitan dengan pembunuhan, kita tentu akan menjadikan sebagai petunjuk, termasuk barang bukti juga," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/2/2012).
Seperti diketahui, sebelum terbunuh, Ayung sempat berkomunikasi dengan salah satu dari tiga tersangka yang sudah ditahan polisi. Komunikasi yang dilakukan via telepon itu, korban meminta para tersangka untuk menemuinya guna mengambil fee atas jasa mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dalami lagi motifnya itu, apakah ada motif lain di balik itu. Jadi tidak terputus kepada apa yang terjadi dan keterangan tersangka saja," jelas dia.
Ia menambahkan, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya aktor dibalik tewasnya Ayung itu. Karena sangat dimungkinkan, para tersangka tidak hanya dipekerjakan oleh Ayung semata.
"Dimungkinkan, karena mereka ini kan penyedia jasa untuk selesaikan masalah termasuk debt collector, tidak menutup kemungkinan mereka kerja dengan pihak lain," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ayung ditemukan tergolek tidak bernyawa dengan leher tergorok dan luka tusukan pada perutnya di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (26/1) malam lalu. Tiga pria yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka berinisial C, A dan T menyerahkan diri ke polisi dan mengakui bertanggung jawab atas kematian Ayung itu.
Polisi menduga, pelaku pembunuhan tidak hanya tiga tersangka. Dari rekaman CCTV (circuit closed television), ada lima pria lebih yang memasuki kamar di mana korban ditemukan tewas berlumuran darah.
(mei/rdf)










































