Arus Kuat di PKB:
Dukung SBY, Mega atau Golput
Rabu, 28 Jul 2004 17:09 WIB
Jakarta - Sekjen PKB Muhaimin Iskandar menyatakan, ada tiga arus kuat menjelang pilpres putaran II di dalam tubuh partainya. Arus kuat itu adalah mendukung Mega, mendukung SBY, dan golput."Pada dasarnya, sampai hari ini kita terus berkomunikasi denga dua kandidat sebagai bagian ekspresi aspirasi di bawah," kata Muhaimin saat berbincang di Restoran Pulau Dua, Jl.Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/7/2004). Ketiga aspirasi itu adalah pertama, fanatisme terhadap kolektivitas NU untuk mendukung Hasyim. Kedua, PKB berpihak golput atau beroposisi sebagai aspirasi yang mendukung Gus Dur karena didzalimi KPU. Ketiga yang tidak kalah derasnya adalah berkoalisi dengan SBY."Tiga arus kuat itulah yang akan diserap PKB dan akan dibawa ke pleno PKB dan forum mukernas yang rencananya akan dilaksanakan minggu depan untuk diambil keputusan," papar Muhaimin. Muhaimin berharap komponen yang berbeda pendapat saat ini untuk menahan diri hingga ada keputusan secara maksimal. "Sebelum mukernas, PKB sudah membentuk tim untuk mengkaji efektivitas apabila PKB memilih golput," sambungnya.Sekarang posisi persisnya bagaimana, dukung SBY atau Mega? "Masih fifty-fifty, belum bisa diambil kesimpulan," jawab politisi muda ini.Muhaimin berpandangan, Mega memiliki kelebihan misalnya apabila pemerintahannya didukung oleh parpol besar, maka stabilitas pemerintahannya akan berjalan dnegan baik dan stabil. Begitu juga dengan SBY yang memiliki daya dukung luas dan langsung oleh masyarakat. "Dua-duanya ini penting untuk menjadi pertimbangan," cetus wakil ketua DPR ini.Mengomentari gagasan koalisi permanen, Muhaimin menyatakan, hal itu layak dipertimbangkan tapi harus dicek dulu seserius apa partai-partai yang ikut d i alamnya. "Karena berdasarkan pengalaman, berkoalisi dengan Golkar, tampaknya Golkar kurang serius," demikian Muhaimin.
(nrl/)











































