Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dien Emmawati menjelaskan, Rohmat sudah dua kali diambil sampel darahnya dan dinyatakan negatif flu burung. Namun, untuk meyakinkan tidak terinfeksi flu burung maka dilakukan tes ketiga.
"Tapi ternyata hasil tes ketiga tersebut, negatif dan bebas flu burung," kata Dien kepada wartawan di Balaikota Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Sebelumnya, Rohmat (18), meninggal dunia setelah dirawat selama lima hari dalam kondisi kritis di RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (25/1/2012). Rohmat dirawat sejak Sabtu lalu, karena terindikasi mengidap sakit flu burung, dengan gejala batuk, pilek, demam, dan radang tenggorokan.
Rohmat diduga terifeksi flu burung karena di rumahnya di Kampung memiliki banyak hewan unggas seperti bebek dan ayam.
(did/did)











































