Berikut 3 calon dari 9 yang punya kans menjadi Ketua MA:
7. Imron Anwari
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama Imron sempat disebut-sebut suka main golf dengan kalangan atas. Bahkan dia sempat disebut main golf hingga ke negeri China dengan dibiayai penyuap jaksa Urip dalam kasus BLBI, Artalyta Suryani. Hal ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada 30 Juni 2008 silam. Imron sudah membantahnya di kemudian hari.
Berdasarkan data ICW tentang profil hakim 2003 yang diupdate sampai 2 Juli 2008, 3 Hakim agung yang memiliki hobi bermain golf itu adalah H Abdul Kadir Mappong, Imron Anwari dan Timur P Manurung.
Menurut aktivis ICW, Emerson Yuntho, bila dilihat dari gaji seorang hakim bahkan hakim agung sekalipun, sulit dipercaya bahwa mereka mampu membeli peralatan golf dan ikut keanggotaan klub dan bermain golf secara rutin yang biayanya mencapai jutaan rupiah.
Menanggapi tudingan ini, MA membantah berkali-kali.
8. Widayatno Sastro Hardjono
Ketua Muda Pembinaan ini satu-satunya hakim agung yang ahli dalam bidang hukum pajak. Sebagai mantan Ketua Pengadilan Pajak, dia memegang juru kunci setiap kasus pajak yang masuk ke pengadilan.
Kasus terakhir yang mencolok perhatian publik yang ditanganinya adalah ketika dirinya menjadi salah satu anggota hakim agung memutus perkara kasasi antara PT Timor Putra Nasional (PT TPN) melawan Bank Mandiri dan kawan-kawan pada 22 Agustus 2008 lalu. Dirinya menyatakan proyek mobil nasional tersebut pailit.
9. Hatta Ali
Dikalangan 'wakil tuhan' siapa yang tidak kenal dengan Ketua Muda Pengawasan, Hatta Ali. Sebab di tangannya sanksi hakim nakal akan diberikan. Selain sebagai hakim agung yang menjadi 'polisi' bagi para hakim, dia juga menjadi Ketua Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI). Sebuah organisasi tunggal dan wajib bagi para hakim.
Jabatannya pun semakin lengkap ketika dia diserahi tugas menjadi Juru Bicara (Jubir) MA untuk menanggapi berbagai kebijakan hukum di Indonesia. Di usia 62 tahun, seakan lengkap sudah karier pria asal Sulawesi Selatan ini. Tinggal jabatan Ketua MA saja yang belum.
Kepada wartawan, sebagai hakim pengawas dia mengaku harus tega menghukum, meski teman sendiri yang salah. Sebagai bukti, Hatta Ali pernah menghukum teman main sepakbola yang juga Ketua DPRD di Aceh atas kasus korupsi.
Namun belakangan Hatta Ali kedodoran dengan banyaknya hakim yang tertangkap KPK. Para hakim tersebut membuat malu wajah peradilan karena terseret kasus suap menyuap perkara. Publik menilai pengawasan internal MA tidak tegas sehingga permainan mafia perkara merajalela.
Karena mencalonkan diri menjadi Ketua MA, sontak jabatan Jubir MA untuk pemilihan Ketua MA dia tanggalkan. Semua informasi bursa pemilihaan Ketua MA diserahkan ke Ketua Muda Pidana Khusus, Djoko Sarwoko. Lewat Djoko, dia menyatakan jika sudah ada beberapa orang yang telah menggalang dukungan pencalonan Ketua MA, termasuk Hatta Ali.
"Ya sekarang ini ada beberapa pimpinan yang berminat dan sudah menggalang minta dukungan. Tentunya dengan cara-cara yang elegan," kata Djoko Sarwoko.
(asp/mad)











































