"Wah, jauh dari itu. Masak saya jadi tim sukses capres? Ya, tidaklah. Itu tak boleh dilakukan oleh hakim konstitusi, melanggar etika dan sumpah jabatan," jelas Mahfud.
Hal ini disampaikan Mahfud menanggapi isu masuknya dirinya dalam tim sukses pencapresan Ical kepada detikcom, Kamis (19/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kenal baik dengan Ical jauh sebelum dia jadi Ketum Golkar sampai sekarang. Saya juga kenal baik dengan Suryadharma Ali, Hatta Rajasa, Mbak Mega, dan tokoh parpol yang lain," ujar Mahfud dengan ramah.
Sebelumnya Mahfud mengakui kedekatannya dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Mahfud juga tidak menampik kerap bertemu Ical membahas peta politik terkini.
Dalam sejumlah pertemuan, Mahfud kerap terlibat dalam diskusi politik kenegaraan bersama Ical. Tak jarang bersama Mahfud hadir juga jenderal senior Luhut Panjaitan yang disebut-sebut salah satu motor penting pencapresan Ical.
"Ya, saya sudah kenal lama dengan Aburizal Bakrie dan sampai sekarang masih sering ketemu atau telepon-teleponan. Saya sering bersdiskusi masalah-masalah politik kenegaraan dengan dia, kadangakala bersama Pak Luhut Panjaitan," tutur Mahfud sebelumnya.
(van/mad)











































