"Ruang Banggar kita sediakan yang baru di Gedung Nusantara II DPR. Upaya renovasi itu dengan mengoptimalkan kapasitas ruang yang ada dan memperbarui sistem, baik penerangan, AC, sound system, akustik, lantai, dan plafond," tutur Nining dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1/2012).
Nining memaparkan untuk renovasi ini diperlukan tiga tender yaitu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
b). Tender konsultan pengawas dengan pemenang tender PT Jagat Rona Semesta dengan nilai kontrak Rp 234.390.000 dengan nomor kontrak No. 532111/SP/KW-Banggar/20/GP/2011
c). Tender pelaksanaan pekerjaan dengan pemenangan PT PP (Persero) dengan nilai kontrak Rp 19.995.000.000 dengan nomor kontrak No. 532111/SP/Banggar/13/GP/2011
Total tender memang di atas Rp 20 miliar. Ruang rapat yang baru, menurut Nining, akan digunakan setelah pembangunan ruang Banggar baru selesai sepenuhnya.
"Perlu disampaikan bahwa jumlah anggota Banggar ada 85 orang. Dengan kondisi ruang rapat yang sekarang kapasitas ruang rapat tersebut sudah tidak memadai. Ditambah tamu dari pemerintah berjumlah 100-150 orang," papar Nining.
Ruang rapat baru Badan Anggara DPR telah dilelang pada bulan Oktober 2011. Perkiraan harga proyek keseluruhan Rp 20.370.893.000..
Pembangunan ruang baru Banggar tidak banyak yang tahu karena dilaksanakan pada masa reses DPR, periode Desember 2011. Dan saat anggota Banggar DPR memasuki masa sidang baru, anggota Banggar DPR akan menempati ruang rapat barunya.
(van/gun)











































