Molkenboer merasa malu atas cara penyambutan untuk warga Maluku di Negeri Belanda. Sebelumnya Molkenboer sendiri telah meminta maaf pada warga Maluku dalam acara peringatan di Leerdam baru-baru ini.
"Alangkah indahnya jika pemerintah Belanda mengikuti contoh ini," ujar Molkenboer, seperti diwartakan berbagai media Belanda hari ini, Selasa (10/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
''Pengakuan atas situasi mereka saat itu akan mempermudah banyak pihak melewati masa lalu dan memulai lembaran baru," pungkas Melkenboer.
Kilas Balik
Catatan detikcom, warga Maluku di Negeri Belanda sebagian adalah pengikut Republik Maluku Selatan (RMS) yang memproklamirkan kemerdekaan di Ambon menjadi negara sendiri pada 25/4/1950.
Pemerintahan presiden Soekarno tegas menumpas negara boneka Belanda ini dengan mengirim pasukan TNI. Sebagian pengikut RMS, sekitar 12.500 orang, memilih kabur menuju Negeri Belanda pada 1951.
Teks resmi di kalangan warga Maluku menyebutkan bahwa semula mereka dijanjikan akan kembali ke negeri Maluku merdeka. Namun janji Belanda tinggal janji. Ketidakpuasan meletus dalam bentuk aksi kekerasan warga Maluku di berbagai wilayah Belanda di era 70-an.
Encyclopedie Drenthe mencatat, 3 pemuda RMS menyerbu dan menduduki gedung provinsi di Assen pada 13/3/1978. Seorang ambtenaar Tata Ruang Co de Groot langsung dieksekusi di tempat oleh Nunu Leatemia. Ambtenaar lainnya Jack Trip tertembak dalam upaya pembebasan oleh satuan khusus Marinir dan meninggal sesampai di rumah sakit.
Mereka juga membajak kereta api dekat kota De Punt dan serentak menyandera sebuah sekolah dasar (SD) di Bovensmilde (23/5/1977). Satuan khusus Marinir menyerbu kereta untuk operasi pembebasan. Tercatat 2 orang penumpang tewas. Seluruh pelaku pembajakan juga tewas tertembak, kecuali 2 orang yang tertangkap hidup. Sedangkan pembebasan di SD Bovensmilde tidak memakan korban.
Tepat pada HUT RMS 25/4/1974 mereka menyerbu Wisma Duta RI dengan maksud untuk menyandera Duta Besar. Namun aksi ini gagal, sebab Duta Besar tidak ada di tempat.
Sebelumnya pada 31/8/1970 dengan kekuatan 33 orang mereka juga telah menyerbu Wisma Duta dan mencoba menyandera Duta Besar. Dalam aksi ini seorang polisi Belanda Hans Molenaar tewas ditembak.
(es/es)











































