PKS: Isu 'Ikan Salmon' Dilempar Karena PD Tak Puas Reshuffle Kabinet

PKS: Isu 'Ikan Salmon' Dilempar Karena PD Tak Puas Reshuffle Kabinet

- detikNews
Sabtu, 07 Jan 2012 10:38 WIB
PKS: Isu Ikan Salmon Dilempar Karena PD Tak Puas Reshuffle Kabinet
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai ada kepentingan terselubung dibalik lontaran isu 'ikan salmon' yang dihembuskan oleh PD. PKS menduga PD sengaja memancing kisruh koalisi karena tak puas dengan hasil reshuffle kabinet.

"Jadi karena mereka tidak puas dengan hasil reshuffle kabinet, mereka kemudian memancing keributan baru," kata Wasekjen PKS, Mahfudz Siddik.

Hal ini disampaikan Mahfudz menanggapi lontaran isu politisi PD Sutan Bathoegana terkait 'ikan salmon' yang menggoyang SBY. Hal ini disampaikan Mahfudz Siddik kepada detikcom, Sabtu (7/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekisruhan baru di koalisi, menurut Mahfudz, sengaja dibangun untuk membuat Golkar dan PKS dipandang SBY membangkang. Pintu reshuffle kabinet pun diharapkan dapat terbuka sekali lagi. Apalagi belakangan Seskab Dipo Alam juga mengisyaratkan akan adanya reshuffle kabinet lanjutan.

"Tujuan memunculkan isu isu 'ikan salmon' kemungkinan ada dua. Demokrat ingin memancing kekisruhan sehingga SBY akan melakukan vonis partai koalisi bikin ribut, atau memang peringatan SBY agar semua politisi menjaga stabilitas politik tahun 2012 tidak didengarkan," ujar Mahfudz.

Sebelumnya, Politisi PD Sutan Bathoegana menuding politisi dari Golkar dan PKS seperti 'Ikan Salmon'. Istilah Ikan Salmon ini adalah kependekan dari intelektual kagetan yang asal ngomong.

"Kan saya bilang, ini politisi kawan-kawan koalisi. Memang dari dua partai itu yang terus menyerang SBY. Makanya saya katakan ini kelompok ikan salmon, intelektual kagetan asal ngomong supaya muncul terus tanpa tahu dampak politiknya. Mereka tak akan berhenti menyalurkan syahwat politiknya sampai dia orgasme politik," tuduh Sutan Bathoegana.

(van/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini