"Ya sudah ada (di Track-It). Terpantau masih sekitar 190 km titik terdekatnya dan jarak terjauhnya 250 km. Artinya ini masih dalam proses jatuh. Diperkirakan sekitar pekan pertama atau kedua Januari 2012 akan jatuh," ujar Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (29/12/2010).
Namun Djamaluddin belum bisa memastikan dengan tepat kapan dan di mana pesawat tersebut akan jatuh. Hal ini dikarenakan kondisi atmosfer yang menjadi penghambat masuknya kembali (re-entry) pesawat ini ke Bumi sangat dinamis.
Aktivitas matahari yang tinggi bisa membuat sampah antariksa seperti pesawat ruang angkasa dan satelit yang telah menjadi bangkai cepat jatuh ke Bumi. Sebab aktivitas matahari yang tinggi yang ditandai dengan kerapnya terjadi letupan api akan membuat atmosfer dalam kondisi padat. Jika atmosfer padat, sampah angkasa akan lebih cepat jatuh. Saat ini, kondisi di matahari sedang dalam kondisi menuju aktif. Puncak aktivitas matahari diperkirakan terjadi pada 2013.
"Kita baru bisa perkirakan kira-kira Phobos-Grunt itu akan jatuh di mana sekitar 2 jam sebelum benar-benar jatuh, atau saat benda itu ada di ketinggian 130 km saat masuk atmosfer padat," tutur alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini.
Dia menambahkan jika bangkai pesawat itu diperkirakan jatuh di negara A, bukan berarti akan benar-benar jatuh di negara A. Sebab rentang ketidakpastiannya cukup besar, plus minus 1.000 km.
Djamaluddin mencontohkan roket CZ-3A (Chang Cheng/Long March 3) milik RRC yang diperkirakan jatuh di Jazirah Arab pada 2003 lalu, ternyata malah jatuh di Bengkulu, Indonesia.
"Kita akan terus pantau apakah akan melintasi wilayah Indonesia atau tidak sehingga kita tahu jalurnya," ucap pria berkacamata ini.
Pantauan LAPAN hingga 28 Desember 2011 pukul 12.44 WIB, Phobos-Grunt masih berada di orbitnya dengan ketinggian di atas 200 km. Seluruh wilayah di antara 51 derajat lintang utara hingga 51 derajat lintang selatan berpotensi kejatuhan benda ini.
LAPAN memprediksi dengan menggunakan data terbaru dari USSTRATCOM (28 Desember 2011) Phobos-Grunt akan mengalami atmospheric re-entry (di ketinggian sekitar 120 km) pada 16 Januari 2012. Akurasi prediksi akan semakin baik seiring semakin dekatnya waktu re-entry (dengan anggapan tidak terjadi badai Matahari yang bisa mempengaruhi orbit benda secara berarti).
Yang perlu diwaspadai dari satelit berbobot hampir 14 ton ini adalah adanya bahan kimia berbahaya yang merupakan sumber bahan bakarnya, yaitu Unsymmetrical DimethylHidrazine (UDMH) dan Dinitrogen Tetroxide (DTO). Diperkirakan sekitar 200 kg yang terdiri atas 20 – 30 pecahan tidak terbakar habis di atmosfer sehingga dapat selamat sampai ke permukaan Bumi. Masyarakat dapat ikut memantau Phobos-Grunt melalui http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/
Pesawat ini diluncurkan di Moskow pada 9 November lalu. Peluncuran sebenarnya berjalan lancar, tetapi salah satu mesin untuk memastikan Phobos-Grunt tetap pada jalurnya dalam perjalanan ke Mars, tak berfungsi. Pesawat tanpa awak ini sedianya mempunyai misi mengambil sampel di Phobos yang merupakan bulan milik Mars.
(vit/nrl)











































