"Maraknya pelecahan seksual maupun tindak kekerasan yang sering terjadi di angkutan umum, mengakibatkan keresahan penumpang," kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ridho Kamaludin dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (28/12/2011).
Bagi DPRD, masalah keamanan dan keselamatan penumpang merupakan persoalan serius ketika warga tidak lagi nyaman berangkutan umum. Sementara, di sisi lain, Pemprov juga tengah mengajurkan warga Jakarta beralih memanfaatkan transportasi publik dalam rangka mengurangi kepadatan volume kendaraan di jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas temuan itu, DPRD berharap dijadikan bahan evaluasi untuk kinerja ke depan yang lebih baik.
Menanggapi imbauan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan berbagai cara untuk menindaklanjuti masalah itu secara bertahap. Seperti di Transjakarta, katanya, saat ini sudah dilakukan pemisahan area penumpang khusus wanita.
"Ya itu secara bertahap sudah direspons. Misalnya oleh Transjakarta dengan menyarankan wanita di depan, laki-laki di belakang. Tapi memang kalau lagi jam sibuk, penuh, maka pengaturannya memang sedikit sulit. Tapi paling tidak ada upaya itu," kata Fauzi Bowo yang ditemui usai rapat paripurna.
Selain itu, lanjut Fauzi, pihaknya berjanji akan melengkapi setiap bus dengan CCTV. Tujuannya agar semua kegiatan di dalam bus tersebut bisa terpantau di central operatornya.
"Kita juga akan lengkapi setiap bus dengan tracking system," tambahnya.
Sedangkan untuk angkot, Foke mengaku pihaknya juga terus mencoba menekan pengendalian izin trayek. Selain itu, melalui Dinas Perhubungan keberadaan sopir liar juga tengah dilakukan razia.
"Pengemudi yang harus pakai seragam, itu juga dalam rangka mengupayakan keselamatan buat penumpang," ungkap Foke.
Lebih lanjut dia jelaskan, akan terus berdiksusi dan melakukan pembahasan dengan Organda dalam hal penataan angkot. Dia berharap tidak ada lagi angkot yang dikelola perorangan.
"Kita sedang pikirkan bagaimana menata bersama Organda. Ada juga kendaraan umum yang tidak layak pakai sehingga butuh peremajaan, kita bersedia meng-conect mereka dengan lembaga financial. Tapi kalau tidak terorganisir kan repot kita, jadi penataannya harus menuju ke arah situ," ucap pria berkumis ini.
(lia/nik)











































