Natal Warga Indonesia dan Kekaguman Walikota Wassenaar

Laporan dari Wassenaar

Natal Warga Indonesia dan Kekaguman Walikota Wassenaar

- detikNews
Rabu, 28 Des 2011 12:52 WIB
Natal Warga Indonesia dan Kekaguman Walikota Wassenaar
Wassenaar - Perayaan Natal masyarakat Indonesia di Wisma Duta, Wassenaar, dihadiri ratusan warga dari berbagai umat dan kalangan. Walikota Wassenaar Jan Theodoor Hoekema kagum melihat pemandangan ini.

Walikota Hoekema, yang datang naik sepeda karena rumahnya dekat, tak menduga bahwa perayaan hari raya agama minoritas di Indonesia seperti Natal bisa dirayakan di residensi resmi perwakilan negara berpenduduk mayoritas muslim, bahkan dihadiri oleh masyarakat dengan berbagai latarbelakang agama.

"Bukankah Indonesia negara mayoritas berpenduduk muslim? Mengagumkan. Saya sama sekali baru menyaksikan pemandangan menarik ini," cetus Hoekema dalam ramah-tamah dengan Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) KBRI Den Haag Umar Hadi selaku tuan rumah.

Perayaan Natal untuk masyarakat Indonesia di Negeri Belanda diselenggarakan pada hari kedua (26/12/2011). Seperti tahun-tahun sebelumnya perayaan ramai dihadiri masyarakat yang jumlahnya diperkirakan sekitar 800-an orang dan berlangsung khidmat tapi meriah.

KUAI dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Indonesia sudah secara alamiah terbentuk dari masyarakat yang bermacam-macam suku bangsa, agama dan kepercayaan, serta memiliki akar budaya toleran, gotong-royong dan bersemboyan bhinneka tunggal ika.

"Indonesia kuat justru karena keragamannya. Tugas pemerintah bersama masyarakat untuk terus memelihara dan membangun persatuan," ujar KUAI.

Dijelaskan, bahwa komposisi masyarakat Indonesia di Negeri Belanda sangat khas. Dari tahun ke tahun open house perayaan Natal di Wisma Duta selalu ramai dibanjiri masyarakat, demikian pula kalau Idul Fitri.

"Dari sisi internal perwakilan kami juga punya kebijakan unik: kalau perayaan Natal, para staf muslim yang menyiapkan segala sesuatunya, sementara yang Kristen mengikuti misa. Sebaliknya kalau Idul Fitri para staf Kristen yang menyiapkan, sementara staf muslim ke masjid," papar KUAI.

Semangat toleransi dan saling menghormati itu juga tercermin dari kebijakan nasional yang memberi peluang semua penganut agama di Indonesia untuk merayakan Hari Raya mereka sebagai hari libur resmi negara. Sementara hari libur kerja juga bukan Jumat, melainkan Sabtu/Minggu.

Perayaan Natal bersama di Wisma Duta, Wassenaar, terbagi dalam dua sesi. Sebelumnya umat Kristen mengikuti misa di De Goede Herder Kerk (Gereja Gembala Baik). Setelah itu acara dilanjutkan dengan perayaan bersama masyarakat umum di kediaman resmi Dubes RI tersebut.

Hadir antara lain kalangan pejabat Kemhan dan Kemlu Belanda, Duta Besar Philipina, warga asing dari Sahabat Indonesia, para pendeta dari berbagai gereja, para pemuka Islam dan masyarakat umum.

Acara dimeriahkan oleh Abresso, sebuah reggae band dari Papua, serta sajian kuliner lezat khas tanah air.
(es/es)


Berita Terkait