"Saya meminta kepada seluruh aparat keamanan yang sedang bertugas di Bima untuk senantiasa mengedepankan proporsional dan profesionalisemanya dalam menangani massa," kata Gubernur dalam pernyataan tertulis pada media di Mataram, Sabtu petang.
Gubernur menegaskan aparat kepolisian harus memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat, khsusnya di Sape, Bima. Saat ini Zainul mengaku terus berkomunikasi intens dengan aparat keamanan dan Bupati Bima Fery Zulkarnain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan terakhir dari Bupati Bima ke Gubernur, korban meninggal sebanyak dua orang yakni Syaiful (17) dan Arif Rahman (18). Keduanya tewas akibat tertembak.
Sementara korban luka yang dirawat di rumah sakit Bima sebanyak 11 orang. Dua korban luka harus di rujuk ke RSUP NTB di Mataram, akibat luka tembak yang sangat serius. Mereka yang dirujuk berangkat dari Bima ke Mataram, selepas magrib.
Sementara aktivitas di Pelabuhan Sape sudah berjalan normal. Namun aksi massa meluas dengan membakar Kantor Desa Lambu, rumah Kepala Desa Lambu, rumah dua anggota DPRD Bima dari daerah pemilihan setempat, dan mapolsek Lambu.
Gubernur mengingatkan Bupati Bima meninjau SK operasional perusahaan tambang yang menjadi tuntutan warga Sape dan Lambu. Bupati juga diingatkan berdialog dengan semua elemen terkait aktivitas pertambangan.
"Seluruh warga masyarakat keluarga besar di Bima khususnya di Sape agar menjaga dan memelihara situasi yang kondusif dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi," kata Gubernur.
Bentrokan terjadi tadi pagi saat polisi membubarkan paksa ribuan warga yang memblokade pelabuhan Sape, karena tuntutan agar dua perusahaan tambang di Sape dan Lambu ditutup tak digubris Bupati Bima.
Pelabuhan Sape melayani penyeberangan ke Labuan Bajo, Manggarai, dan ke Waikelo, Sumba, NTT. Pelabuhan ini terletak pada jalur jalan nasional yang menghubungkan Aceh hingga Los Palos, Timor Leste.
Blokade pelabuhan sudah berlangsung sepekan. Akibatnya penyeberangan NTB-NTT lumpuh yang dampaknya adalah terganggunya perekonian setempat.
(lh/lh)











































