Pengamatan detikcom, Jumat (23/12/2011), halte Wali Kota Jakarta Timur itu memiliki luas 12x40 meter, lebih luas jika dibandingkan halte-halte TransJ lainnya.
Menengok ke dalam halte, terdapat 4 loket yang akan melayani penumpang
ke lokasi tujuan masing-masing. Bagi penyandang tunanetra, ketika mereka turun dari jembatan penyeberangan menuju halte maka ubin khusus penunjuk jalan akan membantu menggiring ke loket pembayaran, pintu masuk, toilet, dan musala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bagian belakang halte, terdapat dua toilet. Satu ruang toilet khusus digunakan bagi penyandang difabel. Di seberang toilet terdapat musala berukuran 2x2 meter, di sampingnya terdapat tempat wudhu dua keran dan satu tempat peturasan pria.
Ada keunikan lain, di antara loket dan area musala terdapat taman kecil dengan air mancur di tengahnya.
Bagian atap juga terlihat tinggi sekitar 6 meter. Sementara halte-halte sebelumnya ketinggian atap hanya mencapai 4 meter. Selain itu, terdapat rongga udara di tiap sisi atap yang memudahkan sirkulasi udara keluar-masuk.
Total halte yang terdapat di koridor baru ini sebanyak 15 halte dengan total panjang lintasan 11,760 kilometer. Terdapat 3 halte transit di koridor ini. Rentang antar halte adalah 400-800 meter. Sementara rentang terpanjang ada di antara Halte Penggilingan dan Perumnas Klender dengan panjang 1.250 meter.
Berikut Rute Koridor XI: Halte Terminal Pulogebang, Wali Kota Jaktim, Penggilingan, Perumnas Klender, Flyover Raden Inten, Buaran, Kampung Sumur, Flyover Klender, Stasiun Klender, Cipinang, Imigrasi Jakarta Timur, Pasar Enjo, Stasiun Jatinegara 1 dan Flyover Jatinegara (Transfer Koridor XI), Stasiun Jatinegara 2 (Transfer Koridor XI), Jatinegara RS Primer, dan Kampung Melayu (Transfer Koridor V, VII, dan XI).
(aan/nrl)











































