8 TKW Bermasalah Dipulangkan, 1 TKW Patah Kaki

Laporan dari Dubai

8 TKW Bermasalah Dipulangkan, 1 TKW Patah Kaki

- detikNews
Kamis, 22 Des 2011 18:32 WIB
8 TKW Bermasalah Dipulangkan, 1 TKW Patah Kaki
Dubai - Menjelang akhir tahun, KJRI Dubai kembali berhasil memulangkan ke tanah air 8 TKW bermasalah. Satu dari mereka, Sumiyati binti Samin Marzuki, asal Indramayu (Jawa Barat), mengalami patah kaki.

Selain Sumiyati, TKW bermasalah di Dubai tersebut adalah Ani Noviyani binti Wawan Anowar (Karawang, Jawa Barat), Nuraeni binti Maman Sulaeman (Indramayu, Jawa Barat), Rosmayati binti Soma (Garut, Jawa Barat), Usfuriah binti Supriatna Holui (Indramayu, Jawa Barat), Heni binti Jarnuji Asmari (Cirebon, Jawa Barat).

Kemudian juga Sofiah binti Mohammad Tohir (Jombang, Jawa Timur), dan Narda binti Rudi Maniarah (Polman, Sulawesi Barat). "Mereka telah diterbangkan pulang kemarin," demikian Konsul Pensosbud Adiguna Wijaya dalam keterangan pers, Kamis (22/12/2011) WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya kedelapan TKW bermasalah tersebut telah mendapat perlindungan dan tempat penampungan sementara oleh KJRI Dubai dengan kurun waktu bervariasi antara 1 hingga 7,5 bulan.

Mereka ditampung karena sebelumnya datang meminta bantuan ke KJRI Dubai setelah kabur dari majikan. Alasan mereka kabur umumnya karena beban kerja terlalu berat, majikan ringan tangan dan tempramental, tidak digaji, hingga mengalami pelecehan seksual.

TKW Sumiyati seusai kabur dari majikannya, mencoba mencari pekerjaan dan ditampung oleh orang yang mengaku akan memberikan pekerjaan, tetapi ternyata pekerjaan melayani lelaki hidung belang. Dia kemudian melarikan diri meloncat dari jendela, yang menyebabkan kakinya patah. Sumiyatitelah dibantu KJRI Dubai dalam proses perawatan medisnya di Rashid Hospital Dubai.

Disebutkan, majikan para TKW itu tidak selalu orang Arab lokal, melainkan sangat beragam suku bangsa. Ada yang warga asli Uni Emirat Arab, Oman, dan Pakistan. Sebagian besar dari TKW bermasalah yang dipulangkan kali ini juga sebelumnya pernah bekerja di negara-negara Timur Tengah lainnya.

Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran menghimbau agar para TKW dapat menjadikan pengalaman pahit ini sebagai pertimbangan untuk berpikir ulang, jika mereka ingin kembali bekerja ke luar negeri di masa akan datang.

"Seringkali kenyataan yang dihadapi tidak sesuai dengan harapan. Walaupun sebelumnya tidak pernah ada masalah bekerja sebagai penatalaksana rumahtangga di negara lain, akan tetapi tidak ada jaminan akan selalu lancar di negara baru lainnya," ujar Konjen saat melepas keberangkatan para TKW kembali ke tanah air.

Konjen menyarankan agar sebaiknya mereka mencari pekerjaan di tanah air saja setelah tiba di kampung halaman nanti. "Kiranya pengalaman pahit ini juga dapat disampaikan kepada para saudara, kerabat atau teman di kampung halaman untuk menjadi pelajaran bagi mereka," pesan Konjen.

Sejak Januari 2011 hingga saat pemulangan yang terakhir ini, KJRI Dubai telah berhasil membantu dan memulangkan 204 TKW bermasalah di Dubai dan 5 emirat lainnya yang menjadi wilayah kerja KJRI Dubai. (es/es)


Berita Terkait