Info OTT di Langkat dan Kuansing Diduga Bocor, KPK Bakal Evaluasi

Info OTT di Langkat dan Kuansing Diduga Bocor, KPK Bakal Evaluasi

Adrial akbar - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2026 02:19 WIB
Gedung baru KPK
Ilustrasi. KPK (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ada dugaan kebocoran informasi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing). KPK menduga informasi mengenai OTT di Langkat dan Kuansing dibocorkan pihak yang diperiksa.

"Jadi kalau itu bocor, ya mungkin bukan karena bocor, mungkin karena orang-orang yang diminta klarifikasi itu memberikan informasi baik ke media atau apa," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Dalam kegiatan OTT, tim penyidik akan turun langsung ke lapangan. Saat itu juga kemungkinan diketahui bahwa ada orang KPK yang sedang turun ke lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah ketika turun ke lapangan itulah ada mungkin indikasi-indikasi diketahui karena memang mungkin orangnya sudah pernah datang ke Langkat atau memang ada informasi-informasi yang diketahui ini orang-orang KPK," ungkapnya.

"Terkait untuk penyelidikan tertutup, memang semestinya itu tidak diketahui publik atau artinya tidak ada pihak-pihak yang dimintai oleh tim penyelidik untuk diklarifikasi. Artinya tim penyelidik langsung turun ke lapangan," tambahnya.

KPK akan mendalami lebih lanjut terkait mengapa informasi OTT tersebut bisa tersebar saat tim masih ada di lapangan. KPK juga akan melakukan evaluasi.

"Kami juga akan lakukan evaluasi apakah pada saat mungkin turun ke lapangan itu tidak bersama-sama atau berombongan gitu satu per satu, atau memang kami seperti apa untuk menghindari hal-hal yang mungkin tidak bocor dari dalam tetapi itu diduga-duga oleh pihak-pihak di luar sehingga kemudian itu sampai informasi ke pihak-pihak yang memang menjadi target kami," tuturnya.

Dalam pekan ini, KPK menggelar dua OTT. Yaitu di Kuansing dan Langkat.

Yang terbaru yaitu di Langkat, KPK telah menetapkan dua tersangka:

1. Bupati Langkat Syah Afandin (SAF)
2. Tim Sukses SAF pada Pilkada 2024 bernama Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB).

Dugaan kebocoran informasi OTT ini bermula pada Rabu 1 Juli 2026, sekitar pukul 9 malam, ketika Syah Afandin menghubungi Yaqub untuk bertemu setelah selesai acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

Namun demikian, sekitar pukul 11 malam Zulkifli selaku driver Syah Afandin menghubungi Yaqub untuk meminta Syah Afandin balik arah, karena mengetahui tim KPK sedang berada di Kabupaten Langkat.

Syah ditangkap KPK saat sedang dalam perjalanan ke menuju Kota Binjai, tim KPK mengamankan uang Rp 100 juta yang ditemukan di bawah jok kursi mobil penumpang depan.

Halaman 2 dari 2
(ial/isa)


Berita Terkait