Kontingen Taekwondo Maluku Terlantar di Pekanbaru

Kontingen Taekwondo Maluku Terlantar di Pekanbaru

- detikNews
Kamis, 22 Des 2011 18:04 WIB
Pekanbaru - Nasib apes menimpa 22 kontingen atlet taekwondo asal Ambon, Maluku di Pekanbaru. Mereka tidak bisa pulang ke kampung halamannya karena kehabisan dana.

Atlet taekwondo ini baru saja mengikuti acara pra Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Pekanbaru, Riau. Mereka ini menginap di salah satu hotel Bumi Asih di kawasan Jl Sudirman, Pekanbaru. Namun usai pelaksanaan pra PON, mereka ini tidak bisa pulang karena uang perjalanan yang diberikan KONI Maluku tidak mencukupi.

Pertandingan pra PON sudah berakhir tiga hari yang lalu. Tapi kami tidak bisa pulang karena dana yang diberi KONI tidak cukup buat ongkos ke Maluku,” kata Ketua kontingen pra PON Maluku, Jhon Hitepuew kepada wartawan, Kamis (22/12/2011) di Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jhon menyebut, ketika mereka berangkat menuju Riau, timnya dibekali dana Rp 70 juta dari KONI Maluku. Dana yang diberikan ini ternyata tidak mencukupi untuk segela kebutuhan atlet. Dana itu tentunya sangat minim untuk semua kebutuhan atlet.

"Dana tersebut tentunya tidak cukup untuk kami yang berjumlah 22 orang ini. Mana lagi ketika kami tanyakan tiket pesawat, harganya luar biasa mahalnya karena menjelang hari Natal," kata Jhon.

Jhon menyebut, dari 22 orang itu, terdiri dari 18 atlet taekwondo dan tiga pelatih dan satu official. Diperkirakan dana yang dibutuhkan selama mereka di Riau, paling minim Rp 150 juta.

"Sekarang dana kami tidak ada lagi, ini belum biaya hotel kami yang sekarang harus diperpanjang karena tidak bisa pulang. Tolonglah KONI Maluku dapat mengirimkan dana bantuan buat kami yang saat ini terlantar," kata Jhon.

Seorang atlet, Crotian menyebut, bahwa mereka ingin segara pulang. Apalagi mereka sebagian besar ingin merayakan hari Natal bersama keluarganya di Maluku.

"Natal tinggal beberapa hari saja, tapi sampai sekarang belum dapat kepastian bantuan dari dari KONI. Kami ingin segara pulang kampung untuk merayakan Natal," kata Cris.

(cha/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini