"Kalau sampai akhir Desember belum ada kesepakatan, opsi A, B, C itu, Kemendikbud yang akan mengambil alih," kata M Nuh usai menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/12/2011).
Nuh merasa heran dengan konflik yang terjadi di UI, sebab universitas ini bukanlah baru. Harusnya, kata Nuh, mereka bisa menyelesaikan konflik internal yang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuh juga menyayangkan adanya upaya saling 'meniadakan' antara Rektor dan Majelis Wali Amanat (MWA). Kemendikbud berharap dua lembaa ini kembali saling mengakui.
"Kementerian tidak ingin ada upaya saling meniadakan, tetapi saling mengakui. Sama-sama hidup, saling duduk, pilih A,B atau C," ucap Nuh.
Sebelumnya, M Nuh menawarkan 3 opsi penyelesain konflik internal UI. Opsi pertama adalah kelembagaan masih hidup, rumah (rektorat) masih ada. Rumahnya tetap dipertahankan, orang-orangnya juga tetap sama. Jadi MWA dan rektor tetap sama seperti sekarang.
Opsi kedua adalah rumah masih ada, tapi penghuninya sesuai dengan usia, gantinya sesuai masa bakti. Ketiga adalah rumah-rumah dikonversi sesuai dengan PP No 66/ 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi.
(gun/lrn)











































