"Intinya sinergi data, dimana Kementerian Perhubungan sebagai titik gerbang antar bangsa. Data sendiri nanti dapat diakses secara online oleh BNN," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Moch Iksan Tatang, usai Penandatanganan Nota Kesepahaman, di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/12/2011).
Secara teknis, jelas Iksan, pihaknya akan meminta seluruh data penumpang pesawat yang akan masuk ke Indonesia yang terdapat di berbagai maskapai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat sama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Agus Kuswandono menyatakan, terhitung tahun 2011 terdapat 130 kasus penyelundupan narkotika melalui bandara yang tersebar di Indonesia.
Para pelakunya sendiri berasal dari berbagai ras dan modus yang bermacam-macam untuk mengakali petugas agar narkotika dapat lolos dari pemeriksaan.
"Modusnya dari mulai menaruh di tempat tersembunyi baik di badan atau barang, menempelkan di badan, sampai ditelan," kata Agus.
Selama ini, menurut Agus, Indonesia menjadi sasaran pasar para pengedar narkoba khususnya dari luar negeri. Oleh karena itu selain bekerjas secara internal, Bea dan Cukai Indonesia turut bekerjasama dengan custom dari berbagai negara.
"Ada dari Malaysia, Singapura, Jepang, dan Hongkong," sebut Agus.
Agus menambahkan, kerjasama antar instansi pemerintah sebenarnya sudah lama berlangsung. "Hanya sekarang difasilitasi teknologi IT dan BNN tidak sulit lagi mencari data penumpang," tuturnya.
(ahy/her)











































