Dalam blog yang beralamat di adearmando.wordpress.com yang diposting pada 19 Desember, Ade menulis, sejak 15 Desember, Gumilar memutuskan komitmen kerjanya dengan Majelis Wali Amanat.
"Padahal, satu-satunya SK pengangkatan yang dimiliki Rektor adalah yang dikeluarkan Majelis Wali Amanat (MWA). Kini dengan pemutusan komitmen kerja itu, Gumilar mundur dari jabatannya," tulis Ade seperti yang dikutip detikcom, Selasa (20/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu-satunya SK pengangkatan yang dimiliki Rektor adalah yang dikeluarkan MWA. Kini dengan pemutusan komitmen kerja itu, Gumilar mundur dari jabatannya," klaim Ade yang selama ini dikenal sebagai pihak yang anti pada Gumilar.
Gumilar belum bisa dikonfirmasi soal isu lengser itu. Namun keterangan datang dari Sekretaris Rektor UI, Devi Rahmawati. Dia menegaskan, Gumilar tetap beraktivitas normal.
"Siapa pun yang menyebarkan isu itu, silakan memberi bukti," jelas Devi saat dihubungi detikcom.
Devi menjelaskan, hari ini saja, Gumilar melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga terkait pembangunan UI. Di bawah Gumilar, UI terus berbenah diri dan giat melakukan pembangunan.
"Hari ini bertemu JICA soal pembicaraan pembangunan kompleks rumah sakit, FKG dan FKU nanti akan dipindahkan ke Depok. Kemudian juga sore nanti akan ada pertemuan di FMIPA soal pembangunan laboratorium," jelas Devi.
Kerja Gumilar pun tidak terpengaruh dengan isu-isu yang menyerang itu. "Pak Rektor tetap komit membangun UI," tegas Devi.
Soal isu mundur yang dihembuskan Ade ini masih sekadar isu. Buktinya Mendiknas M Nuh selaku yang memegang otoritas atas perguruan tinggi negeri tidak tahu menahu soal isu mundur itu.
Nuh yang ditemui wartawan di Kantor Presiden pagi tadi bahkan malah balik bertanya soal informasi itu. "Oh saya belum tahu. Info dari mana? Oh saya belum dengar infonya ya," jelas Nuh.
(ndr/nrl)











































