Aktivitas Papandayan & Krakatau Fluktuatif
Rabu, 21 Jul 2004 16:35 WIB
Bandung - Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) masih mempertahankan status "Waspada" terhadap Gunung Papandayan di Garut, kendati aktivitas yang dipantau pada hari Rabu (21/7/2004) ini tidak menunjukkan peningkatan. "Kondisinya masih fluktuatif kendati hari ini tidak ada hal-hal yang terlalu mencolok," tutur Dr Ir Isya Nurrahmat Dana, Kepala Seksi Gunung Api Sumatera dan Jawa Barat ketika dihubungi detikcom, Rabu (21/7/2004).Dr Isa hari ini memimpin sejumlah anggotanya untuk memantau langsung kondisi Gunung Papandayan di Garut. Menurutnya, dari data seismik yang terpantau, aktivitas Papandayan memang masih naik-turun. Karenanya, status "Waspada" sampai saat ini masih dipertahankan."Memang hari ini kami tidak menemukan peningkatan yang menonjol atau signifikan. Tetapi tentu saja kewaspadaan tetap dipertahankan,"n tegasnya.Perangkat yang dipasang untuk memantau aktivitas Papandayan sejauh ini memang masih mengandalkan alat yang memang sudah terpasang di Pos Pengamatan Papandayan di Cisurupan. Selain itu, pemantauan dengan menggunakan parameter lain juga sudah dilakukan. "Tapi hasilnya ya itu tadi, fluktuatif sekali," tutur Dr Isa lagi.Sementara itu, menyinggung kondisi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Dr Isa menuturkan bahwa kondisinya juga relatif sama. "Kami masih pertahankan status Waspada di sana, karena aktivitasnya juga fluktuatif," tegasnya.Untuk itu, para pengunjung atau wisatawan yang mengunjungi Gunung Anak Krakatau ini diingatkan untuk menjaga jarak yang aman, dan tidak diperbolehkan mendarat ke gunung itu.Untuk diketahui, banyak wisatawan yang berkunjung ke gunung ini karena pemandangannya yang memang elok. Untuk mencapainya, bisa menggunakan kapal dari Pantai Carita di Pandeglang atau Pantai Kalianda di Lampung. Perjalanan ke gunung ini sekitar 6 jam.Dengan kondisi ini, berarti di Indonesia saat ini terdapat 11 gunung api yang berstatus "Waspada" atau level dua. Ke-11 gunung api itu adalah Semeru, Kawah Ijen dan Bromo di Jawa Timur, Papandayan di Jabar, Gunung Krakatau di Selat Sunda, Gunung Lokon, Karang Etang, dan Awu di Sulawesi Utara, Gunung Ibu dan Dukono di Maluku, serta Gunung Egon di Nusa Tenggara Timur (NTT).
(nrl/)











































