Pipa Buang Limbah Newmont 2 Km, Harusnya 10 Km
Rabu, 21 Jul 2004 15:49 WIB
Jakarta - Indikasi pencemaran lingkungan oleh PT Newmont Minahasa Raya mulai terungkap. Saluran pembuangan limbahnya hanya sepanjang 2 km ke dalam laut. Padahal seharusnya sepanjang 10 km. Cabang perusahaannya di Lombok juga kemungkinan akan mencemarkan lingkungan.Hal itu disampaikan Kompol Sulistiandriatmoks selaku penyidik dari Direktorat V Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri di kantornya jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (21/7/2004).Berikut penuturannya:Menurut hasil investigasi sementara kasus pencemaran oleh PT Newmont Minahasa Raya, disebabkan kurang panjangnya saluran pembuangan limbah ke dalam laut.Newmont itu perusahaan pertambangan yang menggunakan senyawa-senyawa kimia untuk memisahkan karakteristik batuan. Dalam suatu prosesnya, Newmont menghasilkan tailing yang dibuang ke laut.Dugaan sementara, harusnya saluran dari tailing itu panjangnya sampai 10 km ke dalam laut. Tapi nyatanya hanya sepanjang sekitar 2 km. Hal ini disebabkan biaya yang besar untuk menyambung pipa itu menjadi 10 km. Mungkin di situ lah Newmont hemat, tapi tidak mempertimbangkan dampak lingkungannya.Hasil investigasi sementara, nelayan di situ (sekitar pantai Teluk Buyat Minahasa) sudah menyatakan tidak ada ikan yang hidup di pantai. Karena karang sudah tertutup limbah berwarna coklat.Sebelumnya, tim terpadu dari Departemen Pertambangan dan Polri pada tahun 2001 sudah melakukan investigasi ke Newmont. Tapi saat itu belum sampai berdampak. Kami ke sana karena masyarakat sekitar berdemonstrasi ke Newmont lantaran hasil tangkapannya (ikan) menurun.Lebih gawat lagi, kejadian ini persis seperti kejadian di Teluk Minamata Jepang. Seperti waktu Perang Dunia II di Teluk Minamata, terjadi akumulasi merkuri (bahan dan zat beracun). Tapi baru sekitar 30 tahun kemudian, yakni tahun 1970-an berdampak pada masyarakat sekitar.Ada lagi satu Newmont di Batu Hijau Lombok. Tapi yang ini baru, dan mungkin akan menjadi seperti di Minahasa. Ini dibangun tahun 1997. Diduga bermasalah sama seperti di Minahasa.
(sss/)











































