Para nelayan tiba di Bandara Polonia Medan, Jumat (16/12/2011) sore sekitar pukul 16.45 WIB. Dari sebelas nelayan yang dipulangkan, sembilan di antaranya berasal dari Kabupaten Deli Serdang dan dua lagi asal Kabupaten Langkat.
Salah seorang nelayan asal Deli Serdang, Indra Syahputra Sipayung mengatakan, selama berada di tahanan intimidasi sangat dirasakan. Termasuk juga saat pertandingan final sepakbola Sea Games antara Indonesia melawan Malaysia beberapa waktu lalu. Petugas Imigrasi Malaysia kerap melemparkan ancaman kepada para nelayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Direktur Penanganan Pelanggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Nugroho Aji menilai intimidasi tersebut hanya ungkapan kekesalan oknum Imigrasi Malaysia karena Indonesia terkesan kurang koperatif dalam permasalahan batas perairan kedua negara.
"Memasuki perairan Malaysia yang dituduhkan kepada para nelayan tidak terbukti. Kesalahan nelayan hanya tidak memiliki paspor, karena itu mereka hanya ditahan pihak imigrasi Malaysia," kata Aji di terminal kedatangan internasional Bandara Polonia.
Menurut Aji, kesebelas nelayan tersebut ditangkap secara terpisah di kawasan perairan Selat Malaka pada Oktober dan November 2011 lalu.
(rul/)
(rul/fjr)











































